Dunia Politik Makin Telanjang

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Apa yang dilakukan oleh para politisi, para kontestas Pilpres 2019, akan menjadi sejarah. Apa yang diucapkan, dilakukan, sengaja atau tidak, penuh kesadaran atau di luar kesadaran, akan direkam baik oleh publik. Di era digital ini, dalam hitungan detik rekaman itu bisa meluas dengan cepat.

Jejak-jejak digital memang luar biasa. Semua bisa dilacak dengan mudah. Oleh karenanya, semua pihak wajib hati-hati dalam mengucap dalam bertindak. Video-video amatiran bisa jadi masalah besar. Apalagi jika sudah masuk ke sebuah dunia baru: dunia warganet.

Berita Terkait : Utang & Simsalabim

Dulu mereka acara kontestan pilpres hanya wartawan kamera. Sekarang jutaan kamera yang hadi di suatu acara merekam semuanya. Semua mengalir tanpa editan dan tanpa sensoran, apalagi saat hasil rekaman dan jepretan diunggah di akun pribadi mereka. Jadi sekarang tidak mudah lagi main drama atau rekayasa.

Dunia semakin terbuka. Para pejabat publik, tokoh publik, telanjang di mata publik. Tidak mudah berjaga imej. Politisi yang masih jaim bisa habis terbabat. Oleh karenany mereka wajib siaga dan hati-hati.

Berita Terkait : Politik Hantu

Tentu di sini bukan harus jadi tokoh publik yang jago rekayasa tapi harus bisa menjadi seorang yang lamiyahnya apa adanya. Dan publik menyukai karena kesajahaan dan keapadanyaannya. Rakyat sudah cerdas mana yang pencitraan dan mana yang bawaan lahir sudah baik.

Tidak mudah memang menjadi figur yang mengalir alami, karena memang jumlah yang punya akhlak baik itu sedikit. Tapi harus dicoba. Harus mau berubah karena zaman sudah berubah. Harus mengerti sandi-sandi komunikasi dengan seluruh jaringan media publik.

Berita Terkait : Bendera

Di era milenial ini jumlah influencer dan endorser tumbuh begitu cepat. Banyak tokoh-tokoh yang lahir karena ia jadi seorang dengan jutaaan subcriber YouTube atau jutaan followers twitter, facebook dan instagram. Berbaik-baik sama mereka dengan menunjukkan perilaku yang baik.