SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Siapa yang menjamin bahwa pengawasan dunia penerbangan di Indonesia setelah terjatuhnya pesawat Lion Air, akan terus konsisten?Masih tanda tanya. Karena, seperti biasanya, pengawasan di Indonesia, “panas-panas tahi ayam”. Awalnya saja yang semangat, panas, tapi begitu agak lama, dilupakan. Lemas lagi. Ibarat pelari yang tampak hebat tapi di tengah jalan kehabisan nafas.

Beberapa tahun lalu misalnya,sempat ramai pemberitaan mengenai tahu berformalin, ikan berformalin dan sejenisnya. Setelah ribut, ramai, semuanya bergerak. Langsung bereaksi. Pengawasan di sana-sini. Sekarang, apakah pengawasannya masih berlangsung ketat? Apakah semangat itu masih konsisten?

Berita Terkait : Nyiram Bensin

Dulu, ada menteri yang baru diangkat, langsung menggebrak. Bikin program ini-itu. Bahkan ada yang lompatpagar saat melakukan inspeksi mendadak. Ada fotonya juga. Ada juga menteri yang mewajibkan bawahannya untuk menyediakan ubi, kacang, singkong dan makanan tradisional lainnya saat menggelar acara atau rapat. Rapatnya tak boleh di hotel. “Biar hemat,” katanya. Bagaimana sekarang? Konsisten?
Para wakil rakyat juga demikian. Mereka sangat semangat menjelang pemilu karena ingin menarik simpati pemilih.

Setelah pemilu, banyak yang “hilang” atau menghilangkan diri. Muncul-muncul lagi, lima tahun kemudian. engan semangat membara dan janji-janji baru. Kita berharap, pengawasan yang dilakukan pemerintah, termasuk terhadap industri penerbangan, tidak panas-panas tahi ayam. Tapi konsisten, rutin, berkala, menyeluruh, dan tak perlu menunggu kasus.

Berita Terkait : Mana Pak Gub Dan Wagub?

Setelah pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Laut Karawang, Jawa Barat, misalnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara langsung melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap pesawat jenis Boeing 737 MAX 8. Yang diperiksa, 1 pesawat milik Garuda Indonesia dan 10 pesawat Lion Air. Hasilnya, baik-baik saja. Laik terbang. Kesigapan seperti inilah yang dibutuhkan setiap saat. Bukan hanya bergerak saat ada kasus. Reaksi cepat dibutuhkan kapan saja. Bukan insidentil.

Jangan sampai, setelah masyarakat melupakan kecelakaan Lion Air, kesigapan itu hilang lagi. Ini yang bahaya. Semoga pemerintah tetap konsisten. Bukan hanya soal Lion Air atau industri penerbangan, tapi semua aspek. Semoga tidak panas-panas tahi ayam. Biarkan itu menjadi miliknya ayam saja.