ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 telah menyebabkan sebagian besar sektor ekonomi mati suri. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di mana-mana. Akibat nya jumlah pengangguran membengkak. Otomatis ini akan menambah jumlah orang miskin secara signifikan.

Sampai Maret 2020, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada 26,42 juta orang miskin di Indonesia. Angka ini naik 1,63 juta orang dibanding September 2019.

Berita Terkait : Rakyat Butuh Modal Usaha

Dalam laporan Bank Dunia edisi Juli 2020 yang dirilis Kamis (16/7) lalu, Pandemi Covid-19 akan membuat 5,5 juta - 8 juta orang Indonesia jatuh miskin pada tahun ini apabila pemerintah tidak memberikan bantuan sosial ke rumah tangga-rumah tangga.

Sekarang ini yang dibutuhkan orang miskin dan korban PHK adalah bantuan uang tunai. Sehingga mereka bisa membeli beras dan lauk pauk untuk makan sehari-hari. Bila bantuan langsung tunai tak diberikan, orang miskin bisa kelaparan.

Berita Terkait : Virus Corona Ngamuk Lagi

Dalam situasi yang amat sulit seperti saat ini, para konglomerat dan orang-orang berduit sudah saatnya ikut memberikan bantuan uang tunai untuk rakyat miskin.

Kita berharap, dengan adanya kucuran uang tunai, daya beli rakyat di lapisan paling bawah, yang menurun tajam sejak Mei 2020 lalu, bisa naik lagi.

Berita Terkait : Resesi Sudah Di Depan Mata

Efek dominonya, kalau daya beli mem baik, ekonomi rakyat akan bergerak kembali.
 Selanjutnya