BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Selain generasi milenial, kantung suara yang sekarang jadi primadona sekaligus rebutan dua kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) ialah kaum Ibu-ibu atau sekarang menggaung dengan istilah emak-emak. Kekuatan mereka terletak pada ‘the word of mouth marketing’ mereka.

Yaitu pesan berantai dari mulut ke mulut kaum emak-emak. Sudah merupakan pilar kekuatan kaum emak-emak, dari zaman dulu, adalah lisannya yang suka menggosip, bergunjing, dan tak jarang juga nyinyir.

Berita Terkait : Keluarga Dan Pilihan Politik

Rendah sekali persentase mereka yang menjaga mulutnya dalam hening, melindungi dirinya dari godaan asyik bergosip. Forum kultural terciptanya komunitas menggunjing banyak sekali.

Ibu-ibu sangat senang dengan jaringan pertemuan dalam jejaring me­dia online maupun offline. Forum-forum WhatsApp grup yang dihuni kaum perempuan sangat berisik dengan gunjingan dan umpatan. Saat-saat Pilpres ini emak-emak menunjukkan militansi dan pengaruhnya dalam memperjuangkan gagasan dan pilihan politik mereka.

Berita Terkait : Politisasi Doa

Di lini masa facebook dan instagram, kaum emak-emak ini sangat aktif mengunggah di dinding akun mereka. Tak jarang ikut comment, like and share di jejaring grup politik.

Gaya bahasanya khas emak-emak yang bertabur emoticon. Pedes. Judes. Istilah beken sekarang: julid. Mereka aktif mendistribusi link-link YouTube hoaks. Judul-judul provokatif menjadi favorit mereka di tengah kesibukan nonton celebrity gossip.

Berita Terkait : Rebutan Lahan

Beruntunglah paslon yang sukses merebut hati mereka. Tidak harus capek-capek mengimbau mereka untuk menjadi jurkam, mereka sudah mulai melakukannya sendiri, dengan caranya sendiri, dan dengan gaya khas emak-emak.
 Selanjutnya