BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah dan publik cemas sekaligus heboh, korban Covid-19 melonjak tajam. Semua mengeluh dan teriak: kenapa bisa, kok bisa sih, melonjak tajam? 

Ujungnya, kalau nggak nyalahin pemimpin, ya nyalahin kebijakannya. 

Berita Terkait : Pilkada Wabah Pilkada

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibukota, yang dikawal dengan pembatasan sosial berskala menengah (PSBM) di kota-kota yang mengitarinya, disangsikan efektivitasnya oleh publik. Kebijakan tersebut dianggap gagal menahan laju lonjakan jatuhnya korban Covid. Pertanyaannya lalu, mana yang benar, atau apa sih sesungguhnya yang terjadi? 

Fenomena di atas yang menimpa negeri ini, dalam dua minggu terakhir, mengingatkan kembali sikap Presiden Amerika, Donald Trump, ketika ia diserang publik, atas melonjak tajamnya korban Covid di Negeri Paman Sam. Ia melakukan pembelaan dengan mengatakan, 

Berita Terkait : Kejahatan Masa Pandemi

"Ya jelas aja, angka korban Covid meningkat di Amerika dan paling banyak persentase yang terpapar, karena kita paling besar massive melakukan tes Covid (Swab), sementara, negara lain tidak melakukan hal yang sama, sehingga tidak diketahui angka yang sesungguhnya. 

Poinnya adalah: rasio meningkatnya korban Covid itu, lantaran sekarang di Indonesia, seperti di Amerika, terus terusan memperbesar jumlah rasio yang di tes Covid. Kalau dalam konteks Trump, kalau tidak mau ada lonjakan jangan ada tes massif atau memperbesar rasio tes covid.

Berita Terkait : Kenormalan Baru Yang Tidak Normal

Sudah saatnya kita sebagai bangsa, lebih tenang dan confidence menghadapi pandemi ini. Jangan ada kepanikan. Munculnya perusahaan-perusahaan yang menyediakan tes Swab, lalu menawarkan jasa Swab, jangan sampai malah menciptakan rasa takut.

Ini karena itu penebaran rasa takut berbahaya bagi sistem kekebalan tubuh, sebaliknya, harus dilakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kalau tes Swab memanfaatkan situasi, bahkan terkesan sedang menikmati panen bisnis akibat kepanikan publik, maka kita berhak curiga, bahwa selama ini, ada udang di balik batu, ada bisnis besar yang sedang dimainkan. Naudzubillah.