OTT KPK Lagi

ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kemarin pagi beredar kabar KPK melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) di Jawa Timur terhadap seorang ketua umum partai politik.

Beberapa jam kemudian baru diketahui publik melalui media arus utama bahwa yang terjaring OTT KPK adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

OTT terhadap Romy panggilan akrab Ketua Umum PPP, yang juga anggota DPR itu diduga terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Berita Terkait : Ayo Stop Caci Maki


Menyedihkan, sekaligus memprihatinkan mendengar kabar buruk ini. Apalagi yang kena OTT adalah seorang pemimpin partai politik. Dan, ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi memang tak boleh berhenti sedetik pun.

Puluhan bupati kena OTT. Tidak sedikit pula wali kota dan anggota DPRD yang ditangkap KPK karena suap atau korupsi dana APBN. Tapi anehnya masih ada saja oknum pejabat negara yang kena OTT.

Sepertinya, orang-orang itu menganggap suap atau korupsi itu adalah hal yang lumrah atau biasa saja. Padahal korupsi itu, selain bisa membuat negara bangkrut, juga akan menghancurkanmoral dan harga diri bangsa.

Berita Terkait : Kampanye Cerdas

Oleh karena itu, kita berharap ke depan tidak ada lagi pejabat negara yang kena OTT. Sudah saatnya pejabat negara itu menjauhi hal-hal yang berbau korupsi.


Jadikanlah masa kampanye Pemilu sekarang ini sebagai momen bagi para pejabat negara dan caleg yang juga calon pejabat negara untuk bersama-sama aktif di garda terdepan memerangi korupsi.

Politisi umumnya menginginkan ongkos untuk jadi anggota DPR atau DPRD itu murah. Kalau biaya politiknya murah, tentu mereka tak perlu bersusah payah mencari uang “haram”.

Berita Terkait : Jangan Rusak Persaudaraan

Kita juga berharap KPK lebih aktif lagi memberikan penyuluhan kepada para pejabat negara supaya tidak korupsi. Upaya pencegahan korupsi itu menjadi semakin penting kalau bangsa ini memang ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

Ayo stop korupsi. Ayo stop suap ke pejabat negara. Ayo stop jual-beli jabatan di kementerian dan lembaga negara.


Kalau orang yang korupsi makin sedikit, negara ini akan maju lebih cepat. Kalau negaranya maju, tentu rakyat akan hidup lebih sejahtera. **

RM Video