Politik Adu Kartu Sakti

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Salah satu di antara isu-isu seksi dan menarik perhatian publik dari panggung debat cawapres ialah soal program pengadaan kartu sakti.

Masing-masing cawapres dengan cara dan model kartunya masin-masing mencoba memikat hati publik. Dengan retorika masing-masing pula mereka menjual kemanfaatan kartu-kartu tersebut.

Berita Terkait : Survey & Framing Opini

Menjual isu kartu sakti memang menarik. Publik juga sepertinya amat berminat untuk tahu dan mau. Isu soal ini termasuk isu yang sangat dekat dan lekat dengan kepentingan individu-individu anak bangsa.

Sangat menyentuh langsung dengan kepentingan dirinya memperoleh manfaat dari kartu tersebut. Seberapa realistiskah program distribusi kemanfaatan kartu-kartu ini?

Berita Terkait : Artis Bayaran


Masing-masing cawapres mewakili pasangan capresnya sepertinya sedang berusaha untuk meyakinkan bahwa kartunya lebih baik, lebih pintar, dan lebih banyak memberi manfaat.

Menjual isu kartu sekaligus merupakan respon terhadap harapan untuk bukan hanya sebagai identitas diri tapi juga sebagai solusi kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait : Politik Dan Persahabatan

Oleh karenanya rakyat dibuat tinggi ekspektasinya dengan diberi kemanfaatan atas kartu tersebut. Di era digital seluruh entitas usaha dan juga birokrasi harus melakukan adaptasi yang cepat.

Jangan sampai dari waktu ke waktu semakin tertinggal akibat dinamisnya persoalan dan perkembangan zaman. Di era big data semua bisa diintegrasi ke dalam sistem sehingga semua persoalan dan kebutuhan bisa diselesaikan dengan hanya satu kartu.
 Selanjutnya 

RM Video