BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketahanan pangan itu ketahanan kedelai di antaranya bagian dari Ketahanan Nasional. Ada hubungannya dengan kedaulatan negara. Kalau sebuah bangsa memiliki ketahanan pangan, maka Ketahanan Nasionalnya terjaga, begitu pula Kedaulatan Negara. Dengan demikian, ini merupakan bagian dari national interest.

Soal menerjemahkan visi dan misi ini, Presiden Jokowi sudah benar pernah menunjuk mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sukses untuk mengomandani masalah ketahanan pangan. Kenapa demikian? Banyak tafsiran pastinya. Bukankah urusan pangan sejatinya dikomandoi militeristik, jawaban pastinya tentu ada pada Presiden Jokowi. Pasti ada alasan yang tidak bisa diketahui publik di balik fenomena tidak biasa ini.

Berita Terkait : Akur Luar Dalem

Boleh jadi, alasan di balik keterlibatan dan tanggung jawab ini dalam urusan ketahanan pangan ini terkait erat dengan realitas bahwa pangan bukan semata manajemen pertanian, tapi sudah jadi ranah ketahanan nasional. Ada politik pertahanan di balik tata kelola pertanian.

Dalam konteks percaturan geo ekonomi politik, pangan telah menjadi bagian dari perang dominasi antar bangsa. Oleh karenanya, penting peran dominan lembaga pertahanan dan ketahanan negara dalam setiap proses penyelenggaraan dan penyediaan pangan. Dari hulu sampai hilir mesti berada dalam visi ketahanan nasional.

Berita Terkait : Bukan Mensosnya Jakarta

Peran Mentan yang kentara masih di fase awal sangat krusial: penyediaan lahan. Soal ini merupakan isu sensitif. Apalagi skala kebutuhan lahannya, skala berjuta-juta hektar. Soal lahan ini banyak mafia dan percaloan tanahnya.

Demikian keadaannya, maka amat baik bila terbentuk sistem ketahanan yang melindungi kegiatan penyediaan, pengadaan, pembukaan, penanaman, perawatan dan panen. Kalau sudah berhasil dalam tata kelolanya, maka mimpi swasembada pangan segera terwujud. Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

Berita Terkait : Semangat Dan Kinerja Baru

Ketahanan pangan perlu political will yang kuat. Tidak bisa asal-asalan. Kita tunggu aksi Mentan memimpin pasukan menjadikan Indonesia sebagai pusat pangan dunia.