Kompor Politik

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Politik itu barang panas. Begitupun hawanya. Sudah nature-nya manusia memiliki syahwat politik untuk berkuasa. Skala-nya saja yang berbeda. Dengan ungkapan lain, berpolitik itu bawaan lahir-nya manusia.

Pada perkembangannya, ada yang memutuskan untuk menekan kehendak politiknya, namun tidak sedikit yang melesakkan bawaannya itu lepas kendali. Apa saja di-politisasi-nya. Ia benar-benar terjangkit penyakit politicking. Sesuatu yang sederhana tapi disikapinya, ditafsirinya secara politis.

Berita Terkait : Bandar Pilpres

Dunia politik juga diisi oleh orang-orang yang punya kebiasaan memanas-manasi. Kenyataan ini yang telah mendorong orang-orang adem jadi punya nafsu politik. Inilah model politisi kompor. Seringkali huru-hara politik terjadi karena provokasi para kompor poltik ini.

Mereka dengan kemampuan orasinya membakar emosi publik. Mereka dengan kemampuan menulisnya bisa menyulut emosi pembaca. Dalam konotasi positif posisi seperti ini bisa menginspirasi sebuah gerakan aksi sosial yang bisa menggulingkan kekuasaan politik.

Berita Terkait : Oli Mesin Paslon

Di zaman now, para kompor ini berkeliaran di mana-mana. Di semua level kekuasaan, ada. Dan mereka benar-benar mencari makan dari hasil memanas-manasi situasi agar terjadi chaos. Dengan demikian mereka bisa mendapat kesempatan mengambil peran dan posisi politik.

Pekerjaan para kompor ini di era sekarang bisa memperluas provokasinya ke ranah publik dengan sosial media. Sudah terasa  makanya betapa berisiknya politik kita. Bener-bener gaduh karena sudah semakin tereskalasi oleh kompetisi di kedua kubu paslon Capres-cawapres.

Berita Terkait : Mudahnya Membunuh

Semakin mendekati pesta demokrasi semakin keras terasa benturannya. Sudah ada yang mulai main kayu. Isu-isu sensitif terus dimainkan dengan rekasaya kerja hoax. Dari kedua belah pihak. Kita berharap para kompor ini segera menyadari kekhilafannya terhadap bangsa ini. Ongkos sosialnya terlalu mahal
bila sampai terjadi. Segeralah menahan diri.