Perang Citra Jadi Magnet Massa

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gelora Bung Karno (GBK) memutih. Massa menyemut mengerumuni stadion terbesar kebanggaan tanah air.

Dari mulut Prabowo terlontar klaim bahwa kerumunan massa yang membludak, meluapi stadion merupakan rapat akbar terbesar sepanjang sejarah. Benarkah?

Tidak ada yang bisa dengan presisi mengukur kebenaran klaim tersebut. Sah-sah saja. Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa menyangkal, juga karena kalau dalam situasi saat ini semua adalah soal klaim.

Berita Terkait : Ustadz Bijak Berpihak

Tujuannya semata ikhtiar mempengaruhi pikiran dan perasaan publik. Di atas segalanya, untuk terus merebut dan memenangkan hati publik. Sampai waktunya tiba, masing-masing memainkan psikologi massa bahwa rakyat telah berpihak kepadanya.

Telah terjadi migrasi preferensi politik dengan klaim memenangi citra dengan magnet massa yang luar biasa.


Untuk mengukur seberapa besar dan siapa lebih besar magnet massa dukungan bayaran atau sukarela mari kita lihat giliran pasangan calon nomor satu melakukan kampanye akbar di tempat yang sama.

Berita Terkait : Emak-emak Adalah Kunci

Apakah seharu biru pasangan nomor dua? Jokowi-Ma'ruf yang semula mengusung putih sebagai warna, bertekad untuk memerahkan GBK. Mengerahkan massa untuk membangun citra bermagnet massa di atas rata-rata sang rival nomor 2.

Kita lihat saja bagaimana di hari H. Dalam soal mobilisasi massa, tidak semua dibeil dengan uang. Ada yang massa datang sukarela ada pula karena iming-iming.

Daya rusaknya luar biasa permainan citra yang bercampur hoaks ini. Maka itu keras sekali terasa perlombaan keduanya untuk memenangi citra ini. Permainan sudah semakin keras. Ingin segera mengakhiri kerasnya kehidupan berbangsa gara-gara pilpres ini.

Berita Terkait : Perang Langit

Lelah pikiran dan perasaan akibat keterbelahan sikap sesama anak bangsa. Entah berlama luka karena perbedaan ini.

Semoga tidak berlangsung lama. Indonesia harus terus bergerak maju dan itu butuh kedewasaan semua pihak. Terus pererat ikatan persaudaraan di tengah perbedaan. **