Perang Langit

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kalau soal Presiden, 99 persen merupakan hak prerogatif Tuhan. Yang 1 persennya, ialah ikhtiar kedua pasang Capres-Cawapres untuk merebut dan meyakinkan hati pemilih di dalam maupun luar negeri.

Begitu petuah para penghuni langit yang ada di bumi. Benarkah demikian? Mereka yang tingkat relijiusitasnya di atas rata-rata sepenuhnya meyakini kebenaran dogma tersebut.

Bahkan bukan hanya urusan Pilpres, dalam semua urusan apapun, termasuk Pilkades, Tuhan campur tangan menentukan semuanya. Bahkan setiap gerak manusia mengikhtiarkan, memperebutkan kekuasaan, sekecil apapun, tak terlepas dari kuasa pengaturanNya.

Anggap saja semua meyakini dogma di atas, betapa konyolnya manusia-manusia yang terlibat dalam riuh Pilpres yang sangat menguras energi.

Berita Terkait : Emak-emak Adalah Kunci


Mereka ribut lantaran urusan 1 persen, ternyata. Banyak yang luluh lantak gara-gara persaingan ketat kedua kubu. Jalinan pertemanan, persahabatan, kekerabatan, dan keluarga, terganggu harmoninya.

Sekarang, di hari tenang ini, saatnya kedua belah pihak dan segala para penyokongnya hingga ke jaringan paling bawah, untuk sama-sama coolin down.

Jeda beberapa saat, bahkan perlu waktu beberapa saat yang panjang, untuk break, sekedar mengendurkan urat syaraf yang bila terus-terusan menegang bisa merusak mental dan akal sehat.

Semua pihak harus menahan diri untuk tidak berujar yang hanya akan memanaskan suasana. Saatnya sekarang segala urusan diserahkan Tuhan untuk dipilihkan yang terbaik.

Berita Terkait : Ustadz Bijak Berpihak

Semua kini hanya bisa berdoa agar qodarulloh hasil Pilpres baik-baik saja. Siapapun yang dipilih rakyat, itu yang terbaik dari sisi-Nya. Itulah keputusan-Nya untuk Indonesia.


Masing-masing pasang Calon boleh saja mengusahakan doa dan dukungan dari para Habaib, Masyayikh, Kyai, dan para Ustadz kondang. Namun kini semua terserah kepada ketulusan dan kekuatan mereka menggetarkan ‘Arsy-Nya.

Karena doa’ adalah salah satu pengubah jalan Taqdir. Kita lihat siapa yang memenangkan keputusanNya. Semua hanya berwasilah. Meminta bantuan perantara doa’ dari orang-orang yang telah dipilih sebagai kekasih-Nya.

Tuhan sangat menyayangi para kekasihNya dan mau mendengar segala permintaan mereka. Kita mendengar masing-masing memanjatkan doa agar yang dipilih mereka menjadi pilihanNya.

Berita Terkait : Perang Citra Jadi Magnet Massa

Sekarang kita tunggu saja. Terpenting sikap jiwa semua yang siap menerima apapun keputusanNya. Di langit sana semua sedang digodog, yang terbaik untuk negeri ini. ***

RM Video