Presiden Pelawak

SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - “Dipasangkan dengan sandal jepit pun, pasti menang”. Slogan itu pernah popular di Indonesia menjelang pemilu. Slogan itu menggambarkan betapa kuatnya elektabilitas seorang kandidat.

Siapa pun wakilnya, siapa pun lawannya, pasti menang. Di Ukraina, dalam pemilu yang digelar Minggu (21/4) slogan itu diplesetkan: melawan sandal jepit pun pasti kalah.

Benar.Dalam pilpres Ukraina, kandidat petahana Petro Poroshenko dikalahkan oleh seorang pelawak, Volodymyr Zelensky. Kemenangannya sangat meyakinkan: 73 persen.

Bahkan, di beberapa wilayah basis petahana, dia unggul. Untuk pertama kalinya, Ukraina memiliki Presiden beragama Yahudi. Menariknya, pelawak berusia 41 tahun ini tak punya pengalaman politik.

Berita Terkait : Korban Pemilu

Yang paling “berbau politik” mungkin saat dia berperan sebagai presiden dalam sebuah acara televisi. Itu pun hanya lucu-lucuan. Keberhasilan sang pelawak ini merupakan tamparan keras bagi elit politik di negara berpenduduk 45 juta jiwa itu.

Memilih seorang pelawak sebagai presiden seperti mencoreng muka para politisi kawakan, politisi senior yang selalu berkoar-koar dan berkampanye dengan sangat “serius” atas nama rakyat.


Sebenarnya, kemenangan ini tak sepenuhnya karena dominasi pengaruh sang pelawak. Kegagalan pemerintah memberantas korupsi, kegagalan menciptakan keamanan akibat konflik yang berkelanjutan, menjadi penyebab utama.

Lima tahun berperang, dengan korban 13.000 jiwa tentu sebuah tragedi bagi negara pecahan Uni Sovyet ini. Rakyat Ukraina muak akibat kondisi tersebut.

Berita Terkait : Tagline Menarik

Mereka ingin bahagia. Datanglah seorang pelawak. Dia berkampanye dengan cara komedi, terutama di media sosial. Dia melucu dengan serius. Walau platform politiknya tak terlalu berkarakter, rakyat

Ukraina terhibur dan seperti menemukan harapan. Pelawak itu menarik simpati. Elektabilitasnya naik. Dia menang pilpres, mengalahkan politisi serius dalam pemilu yang serius pula.

Para pendukung petahana tak terima dengan kemenangan pelawak ini. “Orang-orang sudah gila. Masa’ memilih pelawak. Dunia hiburan dan dunia nyata sungguh dua hal berbeda,” kata Viktoriya Olomutska, 39 tahun, warga Kiev, pendukung Poroshenko, petahana yang kalah.

Bisa jadi tudingan Viktoriya salah. Rakyat Ukraina tidak gila. Justru mereka realistis. Mereka ingin bahagia. Rakyat Ukraina sudah bosan dengan yang serius-serius.

Berita Terkait : KPK Bukan Akuarium

Apalagi kalau yang serius itu menipu. Menipunya serius pula. Mereka kemudian memilih seorang pelawak untuk duduk di kursi presiden. Sebuah pilihan yang sangat serius. Bukan lucu-lucuan. ***