Kedaulatan Rakyat, Rakyat Mana?

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemilu adalah forum tertinggi kedaulatan rakyat. Di situ rakyat berkuasa penuh untuk menentukan siapa pantas memimpin negeri ini, siapa-siapa yang duduk sebagai wakilnya di parlemen.

Ya, itulah konvensi bersama yang tertuang dalam bait-bait konstitusi. Karena sudah menjadi konstitusi, seluruh perangkat negara dan seluruh warga negara berkewajiban untuk menjaga jalannya proses pelaksanaan konstitusi.

Dan, secara hukum menindak siapa saja yang akan mencederai konstitusi, sekedar untuk memenuhi hasyrat berkuasa atau memperpanjang usia kekuasaan.

Harus tegas dan dengan berwibawa. Karena demikian, maka jangan ada di rumah segelintir warga apalagi pemuka yang berpikir dan merancang aksi atas nama kedaulatan rakyat.

Berita Terkait : Menerima Kemenangan dan Kekalahan


Apalagi bentuknya berupa provokasi dan mobilisasi massa untuk menggugurkan yang secara konstitusi telah disepakati sebagai forum yang benar.

Mencermati perkembangan terakhir, tidak habis pikir bila ada upaya mementahkan seluruh hasil pemilu. Bila ditenggarai ada kecurangan dalam prosesnya, semua harus ditempuh melalui saluran konstitusi.

Silahkan digeledah secara terbuka apa yang senyatanya terjadi. Ongkos demokrasi kita tidak murah. Bahkan seperti disaksikan bersama, pemilu serentak telah menambah beban para panitia lokal.

Angkanya terus bertambah mereka yang wafat dan jatuh sakit karena semarak pesta demokrasi ini. Jangan buat kematian mereka, jatuh sakitnya mereka dirusak makna dan sumbangsihnya dengan pernyataan pemilu harus diulang.

Berita Terkait : 5 Tahun Lalu dan ke Depan

Protes hasil pemilu lalu menolaknya bisa membawa bangsa ini ke jurang labirin krisis politik yang berkepanjangan.


Energi bangsa ini akan dikuras habis untuk ngurusi politik. Ekonomi, soal-soal mendasar, akhir terabaikan. Padahal negara ini harus terus melakukan beberapa percepatan pembangunan mengejar ketertinggalan.

Oleh karena itu, mendesak bila semua pihak mencari titik temu. Komprominya di mana. Intinya jangan tertambat masalah yang harusnya sudah berlalu. Bicara ke depan saja.

Lakukan persiapan dengan sebaik-baiknya. Jadi sekali lagi, perbincangan dan framing tentang perlu ada forum atau gerakan kedaulatan rakyat di luar pemilu, just forget it.

Berita Terkait : Medsos, Tong Sampah Hoax

Ke jalur hukum saja, buktikan segala tuduhannya. Dan nyatakan bahwa Indonesia harus maju, harus lompat. 22 Mei no matter what, harus ada yang ditetapkan siapa Presiden-wapres, dan kita semua menerima dengan lapang dada. ***

RM Video