ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Empat hari lagi, tepatnya 22 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres. Kita berharap semua pihak mencermati apa yang disampaikan KPU nanti dengan kepala dingin.

Apabila kemudian salah satu pasangan capres-cawapres tidak puas dan menganggap ada kejanggalan atau kecurangan, mereka bisa menggugat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Jika salah satu pihak mempunyai bukti-bukti, bisa mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi penting dicatat, kalau ada hal-hal yang mengganjal, tempuh saja jalur hukum sesuai amanat konstitusi. Bukan jalan pintas, seperti turun ke jalan.

Berita Terkait : Ayo Stop Provokasi

Pada hari-hari mendatang ini, kita juga berharap para pendukung capres-cawapres, baik timses Jokowi -Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno bisa mengendurkan emosinya. Situasi politik nasional yang sudah baik, meski di Jakarta sedikit panas, tetap mesti dijaga supaya tetap baik.

Ayo para elite yang selama ini jadi panutan, bersama-sama menurunkan tensi politik. Elite politik sudah saatnya berpikir jernih. Jangan malah memanas-manasi rakyat supaya melakukan demonstrasi.

Bangsa dan negara ini mesti dijaga keutuhannya. Sekali lagi ini tugas elite politik. Pada hari-hari menjelang 22 Mei, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, kita yakin TNI dan Polri siap mengamankan situasi.

Berita Terkait : Izin-izin Jadi Sumber Korupsi

Kalau kondisi politik yang sudah baik ini, kemudian didukung para elite dengan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, tentu akan menambah keyakinan masyarakat bahwa situasi akan selalu aman.

Sebagian besar masyarakat sudah lelah dengan hiruk pikuk politik selama masa kampanye Pilpres yang begitu panjang. Mereka ingin situasi secepatnya normal kembali. Dunia usaha juga ingin bisnisnya segera bangkit dan tumbuh lebih cepat.

Elite parpol pendukung capres-cawapres sudah saatnya turun ke bawah mendinginkan tensi politik para kadernya. Sehingga semua pihak memahami bahwa kalau ada sengketa hasil Pilpres, mesti diselesaikan melalui jalur hukum. Bukan jalur inkonstitusional. Hal serupa juga mesti dilakukan para koordinator relawan.

Berita Terkait : Menunggu Hitungan KPU

Jadi mari sama-sama kita cermati hasil Pilpres dengan kepala dingin. Setelah itu, kalau ada persoalan atau sengketa, bawa ke jalur hukum. Insya Allah tanggal 22 Mei aman. ***