Membunuh Tokoh

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jika benar, dramatis sekali jagat perpolitikan ini. Sekaligus menggambarkan betapa kejinya perilaku anak bangsa kita hingga merasa perlu menghilangkan nyawa lawan politik. Mendengar keterangan hati ini miris. Sebegitunya!

Jarum jam sejarah bangsa ini seperti diputar mundur lagi ke tahun 1965. Ya, saat-saat revolusi memakan anaknya sendiri. Saat pertentangan politik diselesaikan dengan kegiatan menculik dan menghilangkan nyawa. Lembar sejarah kelam yang kita kenang dalam duka.

Berita Terkait : Status Tersangka Menanti

Belajar dari tragedi masa lalu maka sejatinya bangsa ini lebih dewasa dan beradab. Jangan ada lagi sikap-sikap barbar yang menunjukkan rendahnya nilai-nilai moral. Perilaku yang tidak mencerminkan luhurnya tata peradaban bangsa ini.


Semua harus menyikapi perbedaan politik dengan lebih berpendidikan. Perselisihan diselesaikan dengan dialog-dialog yang bersahabat dan mencerahkan. Pertemanan dan persahabatan dijaga dan jadi fondasi perpolitikan. Sehingga tajamnya perbedaan tidak menimbulkan keretakan apalagi perpecahan.

Berita Terkait : Melek Sosial Media

Masing-masing mampu mengendalikan emosi. Tidak menjadikan emosi sebagai panglima dan atau pemutus perkara. Tetap kepala dingin, tetap dengan hati yang adem, menyikapi eskalasi politik dan mengeraskan perbedaan pandangan. Semua punya sumbu emosi yang panjang, tidak pendek, yang mudah meledak.

Adanya skenario pembunuhan sangat mencedarai moralitas politik dan nilai luhur bangsa ini. Sungguh sangat rendahan dan tidak berkelas. Kita sangat mengutuk otak di balik rusuh tak bertanggungjawab ini. Harus sampai tegak keadilan, harus sampai muncul efek jera bagi pelaku kerusuhan.

Berita Terkait : Negeri Tanggap Bencana

Sementara itu, pihak Kepolisian tetap memelihara profesionalitas dan reputasi sebagai alat negara yang netral, yang hanya mengabdi kepada rakyat, bukan segelintir penyangga kekuasaan. Jangan mau dikooptasi rezim. Jangan mencederai apalagi berhadapan dengan rakyat. Tetap bijak di garis tak berpihak. ***