Syarat Administrasi dan Dukungan Penuh

Marciano Pede Maju Jadi Ketum KONI

Klik untuk perbesar
Caketum KONI Marciano Norman saat konferensi pers, Sabtu (29/6). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Persiapan yang matang adalah hal terpenting untuk meraih kemenangan. Begitu juga dalam ruang lingkup olah raga. Hal ini rupanya dipahami dan dipraktekkan Letjen (Purn) Marciano Norman dalam usahanya berkompetisi menduduki kursi Ketua Umum KONI 2019-2023.

Persiapan panjang, hampir 2 bulan, sudah dilakukan mantan Ketua PB Taekwondo itu. Marciano akhirnya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk mencalonkan diri dalam Musornas KONI di Hotel Sultan, Jakarta, 2 Juli 2019.

TPP (Tim Penjaringan dan Penyaringan) Ketua KONI, menyatakan Marciano Norman sudah memenuhi syarat administrasi yang dibutuhkan serta lengkap. Marciano memperoleh dukungan unsur KONI Provinsi sejumlah 26 surat dukungan, seluruhnya memenuhi syarat.

Bahkan melebihi dari persyaratan minimal yakni 10 KONI Provinsi. Selanjutnya dukungan dari unsur Cabang Olahraga dan Badan fungsional Marciano mendatang 40 surat dukungan dari cabang olahraga dan badan fungsional.

Padahal untuk persyaratan ini minimal hanya 21 Cabang Olahraga dan badan fungsional. Meski akhirnya TPP menyatakan hanya terdapat dukungan yang memenuhi syarat hanya 37 dukungan, namun itu sudah jauh dari cukup.

Baca Juga : Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Perempuan di Depok

Marciano juga menjaga soliditas dukungan untuk dirinya. Maklum sempat tersiar kabar, sejumlah pengurus cabang olahraga atau KONI Provinsi diduga melayangkan 2 surat dukungan sekaligus untuk 2 calon.

PB Perbasasi sempat disebut melakukan hal itu. Namun dugaan itu langsung dibantah oleh Ketua Umum Perbasasi, Andika Monoarfa.

“Tidak benar itu. Saya sebagai ketua umum Perbasasi hanya memberikan satu surat dukungan yakni kepada Pak Marciano. Bahkan saya menandatangani surat dukungan itu di rumah beliau, sebelum saya pergi ke luar negeri. Tidak ada surat dukungan untuk calon lain dari Perbasasi,” ujar Andika, yang hari Sabtu (29/6).

Andika juga menegaskan hubungan pribadinya dengan Marciano sudah sangat akrab, bahkan sejak belasan tahun lalu.

“Saya kenal beliau secara pribadi, sejak Pak Marciano masih bintang satu. Lagi pula keluarga kami juga mempunyai hubungan dan kedekatan yang baik,” ucap Andika.

Baca Juga : JAPNAS Mimpi Jadi Gerbang Investor Dalam dan Luar Negeri

Namun yang terpenting, Andika merasa memiliki satu visi dengan Marciano dalam pengembangan dan pembinaan olahraga nasional.

“Saya tahu kapasitas manajemen beliau yang sangat baik dan tentunya akan berguna untuk menyelesaikan masalah olahraga di Indonesia. Ini bukan bicara soal uang, tetapi kemampuan manajerial beliau,” tutur Andika.

Mudai Madang gagal dalam mengumpulkan dukungan hingga melebihi batas minimal ini menjadi salah satu kunci keberhasilannya untuk merebut kursi KONI 1. Pasalnya Mudai Madang, dinyatakan oleh TPP gagal untuk memenuhi syarat minimal yang dibutuhkan.

Terlebih setelah Marciano mampu mengamankan surat dukungan dari KONI Provinsi yang sudah mencapai lebih dari 75 persen. Muddai Madang dinyatakan oleh TPP hanya mendapat dukungan dari unsur KONI Provinsi sejumlah 9 surat dukungan. Namun yang dinyatakan sah dan memenuhi syarat hanya 7 KONI Provinsi.

Salah satu surat dukungan dari KONI Provinsi Papua Barat dinyatakan oleh TPP bukan surat dukungan asli. Hal ini melanggar Ketentuan VIII.3.b Hal 4 Mekanisme dan Tata Cara Penjaringan dan Penyaringan serta persyaratan bakal calon dan calon Ketua Umum KONI Pusat masa bakti 2019-2023).

Baca Juga : Bocah Jenius Belgia Putuskan DO Dari Universitas

Alex Wamaer, Bendahara KONI Papua Barat menyatakan tidak tahu menahu perihal surat dukungan kepada Mudai Madang yang dinyatakan tidak asli.

“Setahu saya kami mendukung Marciano Norman, bukan yang lain. Coba nanti saya cek lagi soal itu. Tapi yang jelas surat dukungan kami ke Marciano,” ucap Alex. [WUR]