RMco.id  Rakyat Merdeka - Kejutan terjadi di laga awal turnamen Wimbledon 2019. Petenis nomor dua dunia, Naomi Osaka dan Venus Williams langsung terjungkal. Kalah, Osaka menangis.

Naomi Osaka yang bertekad meraih gelar Grand Slam ketiga tumbang atas Kazakh Yulia Putintseva dengan 6-7 (4/7), 2-6 pada babak pertama Wimbledon, Selasa (2/7) dini hari WIB.

Petenis Jepang berusia 21 tahun yang menjadi unggulan kedua turnamen ini, menjadi petenis unggulan dua teratas pertama yang tersisih dari babak pertama Wimbledon sejak Martina Hingis tersingkir pada 2001 ketika menyandang unggulan utama Wimbledon ini.

Baca Juga : Loyo Diawal, Praveen/Melati Harus Puas Jadi unner-Up Di Thailand Open

Kekalahan ini menjadi pukulan terberat sang juara US Open dan Australia Open sampai harus mempersingkat konferensi pers pascalaga. "Sudah ya? Saya merasa saya mau menangis," kata dia seperti dikutip AFP.

Osaka pernah berkata dia merasa bebannya telah lepas setelah dia tidak lagi menjadi petenis nomor satu dunia bulan lalu. Tetapi perasaannya itu tidak terlihat saat menghadapi Putintseva yang berbakat itu di Centre Court. Osaka mengaku akan belajar dari kekalahannya ini.

Sementara itu, Cori Gauff membuat sejarah baru. Bocah SMA di Floria, berusia 15 tahun itu menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Wimbledon dengan menumbangkan Venus Williams 6-4, 6-4 pada babak pertama.

Baca Juga : Dari 188, Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 126 Kantong Jenazah

Berusia 39 tahun, Williams dianggap sebagai dinasti Wimbledon karena dia telah menjadi bagian dari keluarga All England Club selama hampir dua dekade, dengan menjadi juara tunggal sebanyak lima kali, termasuk dua kali sebelum Gauff dilahirkan.

Tetapi Gauff, petenis paling muda yang lolos ke undian utama dalam era profesional, mencetak sejarah mengalahkan Venus Williams yang selisih umur lebih muda 24 tahun dan selisih peringkat sampai 269 level.

Bermain tanpa mengenal takut walau masih sangat muda, dia memaksa Williams menyerah. "Saya sendiri tak tahu bagaimana menjelaskan perasaan saya," kata Gauff yang menyapu air matanya begitu meninggalkan Court One, beberapa saat setelah kemenangan menakjubkannya itu, seperti dikutip Reuters. [IPL]