RMco.id  Rakyat Merdeka - Erick Thohir yang hadir di Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVIII Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jatim melanjutkan acara dengan bersilaturahmi kepada Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, kemarin. 

Dalam Musda PRSSNI yang dihadiri perwakilan dari 66 radio di Jawa Timur itu digelar di Kantor Sekretariat PRS-SNI Jatim, di Surabaya, Rabu (7/8), Erick Thohir yang hadir sebagai Ketua PRSSNI, menyampaikan, "Saya berharap, Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah tegas dalam menjalankan regulasi. Bagi kami, para pengusaha radio, fairness terhadap para pelaku di industri ini sangat penting, agar industri ini tidak mati."

Dalam pertemuannya dengan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, ia menyampaikan bahwa keduanya membicarakan mengenai olah raga, fasilitasnya serta pengembangan industrinya di Jatim, “Senang sekali bertukar pikiran dan pengalaman bersama Ibu Khofifah dan Mas Emil.

Berita Terkait : Erick Thohir: Pemerintah Dukung PSBB Jakarta

Pembahasan diawali dari pengembangan media, olahraga, potensi ekonomi dan peningkatan sektor industri di Jawa Timur. Jawa Timur dalam hal ini Surabaya sebagai kota terbesar setelah ibukota, memiliki potensi yang luar biasa.

Ditambah lagi jumlah generasi muda yang banyak dapat dengan mudah meningkatkan industri olahraga” katanya.

Khusus mengenai fasilitas olah raga, Erick berharap harus menjadi fasilitas yang multifungsi. Gedung basket, misalnya, peruntukannya jangan hanya untuk basket. Bisa dibuat arena voli, bisa pula untuk tempat pertunjukan.

Berita Terkait : Khofifah: Kapasitas Bed Isolasi dan ICU Khusus Covid di Jawa Timur Masih Aman

Khusus untuk pariwisata, Erick menambahkan, "Bapak Presiden pernah menyampaikan bahwa harus ada 10 Bali Baru, dimana salah satunya adalah Bromo. Tadi Ibu Khofifah malah berpikir lebih luas. Jika perlu ada dua titik lagi di Jawa Timur karena sektor pariwisata bisa menjadi tempat penyumbang ekonomi yang bagus maupun pembuka lapangan pekerjaan," tambah Erick.

Erick oprimis pariwisata bisa semakin berkembang di Jatim, apalagi penduduk di sini punya nilai-nilai melayani tamu yang lebih tinggi dari beberapa daerah lain. Itu adalah salah satu aset untuk pariwisata.

"Saya yakin, Jatim bisa lebih maju lagi industri pariwisatanya," pungkasnya. [WUR]