Johar Lin Eng Ditangkap Polisi

Waketum PSSI Enggan Berkomentar

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng ditangkap Tim Satuan Tugas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya terkait skandal match fixing di sepak bola Indonesia. Johar Lin Eng ditangkap di area kedatangan Bandara Halim Perdana Kusuma Kamis 927/12) sekitar pukul 10.12 WIB setelah tiba dari Solo, Jawa Tengah. Johar Lin Eng kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.

Baca Juga : Mantap, Pasar KPR BTN Capai 90,82 Persen

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengaku sudah mendengar informasi dan membenarkan kabar tersebut. Namun, Jokdri, begitu sapaan akrabnya enggan berkomentar banyak tentang penangkapan tersebut. Hal itu dikarenakan, kata Jokdri, dirinya belum sempat berkomunikasi dengan Johar Lin eng,"Saya belum berkomunikasi dengan beliau (Johar Lin Eng). Nanti kalau ada informasi terbaru akan kami update," kata Jokdri.

Baca Juga : Schneider Electric Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Lebih lanjut, mengenai permasalahan dan bukti apa saja yang dibawa Tim Satuan Tugas Antimafia Bola Jokdri menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Ia menegaskan mendukung sepenuhnya penegakkan hukum. "Kita menghormati sekaligus mengikuti psoses hukum," ucap Jokdri.

Baca Juga : Wamendes Budi Arie Pastikan, 433 Desa Tanpa Listrik Bakal Segera Terang-Benderang

Johar Lin Eng dalam acara Mata Najwa beberapa waktu yang lalu disebut menerima uang praktik pengaturan skor di Liga 3 2018. Kasus itu dibuka oleh manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Lasmi mengungkapkan Johar merupakan perantara mafia. Lasmi menjelaskan secara detail bagaimana Johar mengenalkannya dengan mafia pengaturan skor, Mr P. Ada banyak uang yang sudah dikeluarkan, tapi hasil yang dapat oleh tim yang ada dalam naungan Lasmi tak mendapatkan hasil sesuai harapan.
 Selanjutnya