Toraja Golf Community Gelar Turnamen Amal Untuk Beasiswa

Para peserta dan panitia Charity Toraja Golf Turnamen berfoto bersama setelah penutupan Charity Toraja Golf Turnamen di Lapangan Golf Senayan Club Jakarta, Sabtu (14/9). (Foto: Ist)
Klik untuk perbesar
Para peserta dan panitia Charity Toraja Golf Turnamen berfoto bersama setelah penutupan Charity Toraja Golf Turnamen di Lapangan Golf Senayan Club Jakarta, Sabtu (14/9). (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagian masyarakat menganggap pegolf atau istilahnya, golfer, sebagai kaum elit. Tapi, komunitas ini memiliki rasa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Hari ini, Sabtu (14/9), Toraja Golf Community (TGC) mengadakan acara penggalangan dana bertajuk Charity Toraja Golf Turnamen (CTGT).

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk beasiswa para mahasiswa dari Toraja yang secara kemampuan akademik bagus, namun terkendala dari segi finansial.  Kegiatan amal yang digelar di Lapangan Senayan Golf Club (SGC) ini disambut antusias komunitas pegolf nasional. Khususnya, di Jakarta dan sekitarnya. 

Para golfer berasal dari berbagai komunitas golf, seperti Telkom, dokter, pertambangan, swasta nasional, maupun usahawan muda. Salah satu yang hadir, Marcella Pranovia, golfer profesional nasional. Pegolf cantik ini menjadi bintang lapangan. Dia menarik perhatian peserta yang umumnya pria.

“Ini sebuah kebanggaan dan sekaligus kehormatan, karena para pegolf nasional hadir dalam kegiatan amal ini," ujar Ketua Umum Toraja Golf Commmunity (TGC), Yoseph Garo Rantetoding.

Baca Juga : Ginandjar Bicara Corona dan Penguatan Kerjasama

Ketua Panitia Turnamen, Djekson Mari menambahkan, sebenarnya ada ratusan pegolf yang ingin ambil bagian dalam turnamen amal itu. Tapi, banyak yang tak kebagian tiket. "Karena keterbatasan kapasitas lapangan, di mana hanya diperbolehkan maksimal 152 pemain, maka panitia dengan terpaksa hanya bisa melayani permintaan sekitar 80-an perorangan yang bisa membeli tiket," bebernya. 

Bukan cuma para pegolf yang antusias. Para sponsor, juga. Ini terbukti dengan begitu banyaknya perusahaan yang ikut memberikan sponsorship. Di antaranya ada 5 perusahaan sponsor Platinum, 3 Sponsor Gold, 3 Sponsor Silver dan 12 Sponsor Bronze. "Bahkan ada juga yang hanya memberikan sumbangan tapi tidak ikut bermain," imbuhnya. 

Djekson Mari menyebut, panitia berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 1,7 miliar. Setelah dipotong tetek bengek turnamen, sisa uang akan diberikan untuk beasiswa. 

Turnamen diadakan dalam suasana khas budaya Toraja. Pintu gerbang lapangan golf Senayan, dihias ornamen rumah Toraja. Para penerima tamu juga menggunakan pakaian adat dan aksesoris khas Toraja. Pialanya pun, dalam bentuk replika rumah Tongkonan. 

Baca Juga : Indikator Kinerja Makro Subsektor Hortikultura Makin Baik

Sepanjang pertandingan, ditayangkan video keindahan alam dan ragam pesona budaya dan kesenian dari Toraja. Tak lupa  para tamu juga disajikan makanan khas Toraja seperti deppa tori, pokon dan tentu saja, kopi asli Toraja yang telah mendunia. Beberapa peserta sempat berkomentar, serasa bermain golf di Toraja. 

Hadiahnya, spektakuler. Panitia menyediakan hadiah berupa tiga buah mobil, masing-masing Fortuner, Innova, dan Expander dan sebuah sepeda motor Royal Enfield. Sayangnya, tidak ada peserta yang berhasil mencapai in hole. Tetapi, sejumlah hadiah doorprize berupa voucher belanja, batangan logam mulia, televisi, ipad, dan sepeda motor, berhasil digaet peserta. 

Ini kali kedua TGC menggelar acara ini. Tahun lalu, mereka sukses menggelar turnamen serupa di Riverside Golf Club, Cimanggis, Depok. Ketika itu turnamen sosial bertaraf nasional tersebut diikuti 166 pegolf yang umumnya diikuti golfer non-Toraja dan berhasil mengumpulkan sekitar Rp 300 juta setelah dikurangi biaya.

Beberapa mahasiswa yang menerima beasiswa ini merasa sangat terbantu. Di antara mereka ada mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Kedokteran Gigi, Citra Sari Indah Paduli; mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Manajemen,  Fincentius Titse Sesa; mahasiswa angkatan 2015 Program Studi Kimia, Meita Putri Dauntasik; dan mahasiswa angkatan 2018 Program Studi Ilmu Hukum, Shang Alan. Semuanya dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. 

Baca Juga : Pemerintah Diminta Serius Cegah Alih Fungsi Lahan

Prestasi para mahasiswa-mahasiswi ini memuaskan.  Indeks Prestasinya selalu di atas 3, mendekati 4.  bantuan beasiswa dari Toraja Golf Community. “Saya telah merasakan sangat terbantu dengan beasiswa dari Toraja Golf Community ini, dan saya berharap ke depan makin banyak mahasiswa Toraja yang bisa dibantu oleh komunitas ini seperti saya,” ucap Shang Alan. 

Selain turnamen sosial, perkumpulan Toraja Golf juga memiliki program untuk membantu peningkatan kualitas para pendidik di Toraja. Di antaranya, melakukan try out dan bimbingan kepada lulusan SLTA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Perkumpulan Toraja Golf ikut membantu kemajuan Pariwisata Toraja lewat promosi dan pembentukan kampung-kampung bahasa. Kampung bahasa itu sebagai tempat untuk mendidik dan melatih generasi muda Toraja untuk dapat menguasai bahasa Inggris, yang tujuannya,  mendukung kemajuan Pariwisata Toraja. [OKT]