RMco.id  Rakyat Merdeka - Kisruh suporter saat laga Indonesia versus Malaysia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 beberapa waktu lalu berujung denda dari FIFA. Organisasi sepakbola dunia itu menjatuhkan sanksi denda kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebesar 45.000 franc swiss (chf) atau sekitar Rp 643.

Menyadari kesalahan para suporter Indonesia, PSSI menyatakan menerima sanksi tersebut.  “PSSI menghormati proses hukum dan putusan dari FIFA. Kami akan segera memenuhi kewajiban kami dan mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria dalam laman resmi PSSI.org, Selasa (8/10).

Baca Juga : Peringati Hari Anak Nasional, PPI Cs Bahas Isu Kesehatan

Ratu menegaskan akan berupaya keras agar kerusuhan tersebut menjadi yang terakhir. Dia menyebut olahraga harusnya menyatukan.

“Sepak bola harusnya menyatukan, mempromosikan keragaman budaya dan menyerukan sikap saling menghormati,” kata Ratu Tisha.

Baca Juga : Pedagang Ketupat Sayur Curhat, Susah Dapat Pekerjaan Sesuai Ilmu di Sekolah

Kerusuhan yang melibatkan suporter terjadi di laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Indonesia versus Malaysia yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 September 2019.

Akibat kejadian itu, pertandingan sempat dihentikan di babak kedua. Kericuhan berlanjut di akhir pertandingan. Suporter Indonesia bahkan terlibat bentrok dengan personel kepolisian di sekitar stadion setelah laga selesai yang membuat suporter Malaysia harus diungsikan sementara ke tempat aman. Peristiwa tersebut membuat pemerintah Indonesia meminta maaf secara resmi kepada pemerintah Malaysia. [IPL]