Gelar Piala Presiden, Basket Catat Sejarah Baru

Peluncuran Piala Presiden Bola Basket (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Peluncuran Piala Presiden Bola Basket (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Piala Presiden tak cuma diselenggakan untuk sepak bola. Kini, bola basket juga. Ini juga akan menjadi sejarah baru bagi dunia basket Tanah Air. Turnamen Piala Presiden Bola Basket ini memberikan total hadiah sebesar Rp 375 juta.

"Jadi untuk juaranya nanti akan mendapatkan hadiah senilai Rp150 juta, posisi kedua Rp 100 juta, ketiga Rp 75 juta, dan Rp 50 juga buat peringkat keempat," kata Ketua Panitia Pelaksana, Cahyadi Wanda, dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa (19/11).

Berita Terkait : Vietnam Juara Free Fire Piala Presiden ESport 2020

Sembilan tim IBL dipastikan ambil bagian dalam edisi inagurasi Piala Presiden Bola Basket ini. Tim itu adalah Amartha Hangtuah, Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja, Louvre Surabaya, NSH Jakarta, Pacific Surabaya, Pelita Jaya Basketball, Prawira Bandung, Satria Muda Pertamina Jakarta, dan Satya Wacana Salatiga.

Hadiah bukan hanya akan diberikan kepada tim peserta. Suporter terbaik juga akan diberi hadiah senilai Rp 10 juta.

Baca Juga : Promosikan Budaya Indonesia, KBRI Den Haag Gelar Perayaan Galungan dan Kuningan

"Kami sengaja menyasar ke suporter, supaya merangsang tim-tim agar mendatangkan fanbase mereka ke Piala Presiden Bola Basket ini. Yaitu supporter yang koreografinya bagus, kompak, massanya banyak," sambung Cahyadi. 

Ketua SC Piala Presiden Bola Basket, Maruarar Sirait, mengatakan, turnamen ini diagendakn untuk menjadi bagian dalam memajukan olahraga bola basket. "Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para pelaku bola basket di Indonesia. Pak Jokowi sangat mendukung olahraga ini," ungkap Ara, sapaan akrab politisi muda PDIP yang dikenal dekat dengan Presiden Jokowi ini.

Baca Juga : Bank DKI Sukses Lakukan Sinergi BUMD, OJK Minta BPD Lain Tiru

Maruarar menegaskan, Jokowi berpesan agar Piala Presiden Bola Basket bisa dijalankan sebagaimana Piala Presiden Sepak Bola. Jokowi berpesan agar bola basket ini dijalankan secara transparan sehingga panitia menunjuk internasional PricewaterhouseCoopers (PWC) sebagai auditor.

Maruarar juga menegaskan bahwa pelaksanaan pertandingan ini tidak menggunakan uang negara sama sekali sebagaimana Piala Presiden Sepak Bola. Dana berasal dari industri dan private sektor. [BSH]