Dukung Bulutangkis, Daihatsu Sponsori Indonesia Masters 2020

Klik untuk perbesar
Foto: Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ajang "Daihatsu Indonesia Masters 2020" kembali menyapa penggemar bulutangkis di Indonesia. Mengambil tempat di Istora Senayan, Jakarta, 14-19 Januari 2020, ajang yang termasuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 500 berhadiah total  400.000 dolar US ini akan menjadi pembuka agenda bulutangkis internasional di Tanah Air.

Bagi seluruh pemain top dunia, "Daihatsu Indonesia Masters 2020" tentu tak boleh dilewatkan. Tak hanya hadiah total yang meningkat dibanding tahun 2019 yang menyediakan  350.000 dolar US, turnamen ini juga menyediakan poin rangking yang besar yakni 9.200 poin bagi sang juara di setiap nomor.

Poin ranking tersebut tentu sangat dibutuhkan oleh para pemain dari seluruh dunia yang saat ini tengah bersaing ketat untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Para pemain pun seolah berpacu dengan waktu.

Hal itu mengingat batas penghitungan poin ranking menuju Olimpiade Tokyo 2020 akan ditutup pada akhir April 2020 bersamaan dengan perhelatan Kejuaraan Asia 2020. Kesempatan para pemain untuk mendapatkan poin besar hingga akhir April 2020 memang sangat terbatas.

Dalam kurun waktu empat bulan pertama tahun 2020 tercatat hanya ada empat turnamen dengan level tinggi, masing-masing Malaysia Masters BWF Super 500 (7-12 Januari), Daihatsu Indonesia Masters BWF Super 500 (14-19 Januari), All England BWF Super 1000 (11-15 Maret), serta Malaysia Open BWF Super 750 (31 Maret-5 April).

Berita Terkait : Ada Potensi Resesi Global, Unicorn Indonesia Harus Makin Profesional

Selebihnya adalah turnamen-turnamen dengan level Super 100 dan 300. Menurut Direktur Turnamen Achmad Budiharto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/11), mengungkapkan hingga saat ini para pemain top yang akan hadir ke Jakarta memang belum diketahui karena batas pendaftaran baru berakhir 5 Desember 2019 mendatang.

"Namun saya yakin para pemain yang berada di peringkat 30 Besar dunia akan hadir ke Jakarta karena mereka sangat membutuhkan poin untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020," jelas Achmad Budiharto yang juga Sekjen PBSI ini.

Andalan Indonesia di sektor tunggal putra Jonatan Christie pun memastikan diri tampil di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2020.

"Saya berharap minimal mencapai babak semifinal seperti yang saya raih di tahun 2019," tegas Jonatan. Sementara Ketua Bidang Pembinaan PBSI, Susy Susanti juga menambahkan sektor tunggal memang salah satu nomor yang diharapkan berbicara banyak di ajang ini.

"Dengan prestasi Jonatan dan Anthony yang terus membaik kami berharap sektor tunggal putra bisa menyumbangkan gelar juara di samping dari sektor ganda putra serta ganda campuran," ungkap Susy.

Berita Terkait : Ke-Indonesiaan

Bagi para pemain yang menyandang status juara bertahan, masing-masing: Anders Antonsen (Denmark, Tunggal Putra), Saina Nehwal (India, Tunggal Putri), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Indonesia, Ganda Putra), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang, Ganda Putri), serta Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China, Ganda Campuran), tentu wajib hukumnya untuk hadir kembali ke Jakarta.

Pasalnya, mereka harus mempertahankan poin besar yang mereka rebut di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2019. Bagi Antonsen tentu tak akan mudah untuk mengulangi suksesnya di tahun 2019 dengan mengalahkan Kento Momota (Jepang) di final.

Tekanan untuk Antonsen bukan hanya datang dari Kento tapi juga sederet pemain lainnya seperti Chou Tien Chen (Taiwan), Chen Long (China), Viktor Axelsen (Denmark), serta dua andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Begitu pula juara tunggal putri Saina Nehwal yang sepanjang 2019 hanya mampu meraih satu gelar juara di Daihatsu Indonesia Masters, posisinya saat ini kian terdesak.

Pemain peringkat 9 BWF ini bakal mendapat tekanan berat dari sederet pemain top seperti Tai Tzu Ying (Taiwan), Chen Yu Fei (China), Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara (Jepang), Ratchanok Intanon (Thailand), serta sesama pemain India, Pusarla Venkatta Sindhu.

Di sektor ganda putra segenap penggemar bulutangkis di seluruh Tanah Air tentu berharap gelar tetap menjadi milik Indonesia. Duel sesama pasangan Merah Putih, Kevin/Marcus melawan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan seolah menjadi gambaran dominasi ganda putra Indonesia di pentas dunia.

Berita Terkait : Dikunjungi Dubes Djauhari, Xiaomi Janji Tingkatkan Investasi di Indonesia

Kendati begitu mereka tetap tak boleh lengah dari intaian pasangan Keigo Sonoda/Keigo Sonoda (Jepang), Li Junhui/Liu Yuchen (China), Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae (Korsel), serta Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Reddy (India). Di nomor ganda putri harapan terbesar Indonesia memang masih ditumpukan di pundak Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Meski harus diakui tak mudah buat Greysia/Apriyani untuk menembus kokohnya tiga pasangan ganda putri Jepang, juara bertahan Misaki/Ayaka, Maya Matsumoto/Wakana Nagara, serta Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Ganda andalan China, Chen Qingchen/Jia YI Fan juga masih menjadi salah satu favorit juara.

Sementara di sektor ganda campuran, harapan Indonesia mulai mencuat seiring prestasi yang diperlihatkan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menjadi juara di Denmark dan Prancis.

Tak salah jika Praveen/Melati diharapkan mampu mengatasi dua ganda China, juara bertahan Zhen Si Wei/Huang Ya Qiong serta Huang Yilyu/Huang Dong Ping. Persaingan di ganda campuran juga bakal diramaikan oleh pasangan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) serta Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand). [WUR]