RMco.id  Rakyat Merdeka - Liverpool makin perkasa. Dini hari tadi, Rabu (11/12),  The Reds baru saja menyingkirkan wakil Austria, Salzburg dari pentas Eropa. Pelatih Salzburg merasa seperti di KO petinju kelas berat.

Liverpool mengalahkan Red Bull Salzburg 2-0 di Stadion Red Bull Arena, Salzburg, Austria, sekaligus menyingkirkan tim tuan rumah itu menuju babak 16 besar Liga Champion sebagai juara Grup E.

Kemenangan Liverpool berkat gol Naby Keita yang mencetak gol pertama hasil kerja sama dengan mantan pemain Salzburg lainnya, Sadio Mane pada menit ke-57.

Berita Terkait : Spurs Buka Pintu Zona Eropa, Liverpool Keok Dihajar Arsenal

Mohamed Salah  tampil meyakinkan dan menggandakan lewat gol ciamik tak sampai satu menit kemudian.

Hasil itu memastikan Liverpool melangkah ke babak gugur sebagai pemuncak klasemen akhir Grup E dengan raihan 13 poin, didampingi Napoli (12) yang di laga lain menang besar atas tamunya KRC Genk.

Tim besutan Juergen Klopp itu kini menjaga peluangnya untuk mempertahankan gelar juara Liga Champions yang mereka rengkuh pada musim panas lalu.

Berita Terkait : Juara Liga Inggris, Mo Salah Makin Betah di Liverpool

Sadio Mane yang pernah berkiprah di Austria seperti reuni. Ia minta maaf karena sepakbola menuntut kemenangan.

"Tentu selalu menyenangkan bisa kembali ke sini," kata Mane. "Saya mencintai klub ini, suporternya dan orang-orang di kota ini. Maaf kawan, tapi ini sepak bola dan kami harus melakukan pekerjaan kami," ujarnya.

Sementara pelatih Salzburg  Marsch memuji penampilan Liverpool. Bahkan dia menyebut laga lawan wakil Liga Inggris itu seperti tinju kelas berat.

Baca Juga : Azis: RDP Di Masa Reses Langgar Tatib Dan Bamus

"Saya pikir situasinya akan berbeda jika kami mencetak gol lebih dulu. Namun pada akhirnya mereka memperlihatkan perbedaan kualitas, khususnya gol kedua dari Salah," kata Marsch dalam komentar purnalaga dilansir laman resmi UEFA.

"Tadi seperti pertandingan tinju kelas berat, mereka memukul kami, kami memukul balik lantas mereka melepaskan dua pukulan beruntun untuk membuat kami KO," ujarnya menambahkan.

Kendati pada akhirnya kalah dan tersingkir dari Liga Champions, Marsch mengungkapkan kebanggaan atas penampilan para pemainnya. [IPL]