RMco.id  Rakyat Merdeka - Hal yang wajar jika Rory Hie sangat diandalkan tuan rumah untuk menorehkan prestasi terbaik di BNI Indonesian Masters 2019.

Lalu, bagaimana tanggapan pegolf berusia 31 tahun itu? Memang, harapan itu bukan tanpa alasan. Tahun ini Rory mencetak prestasi hebat. Ia sukses menjuarai Classic Golf and Country Club International Championship pada September 2019 di India.

Sejak itu permainannya konsisten. Ia berada di 10 besar di 4 tur yang diikuti. Tak kalah penting, Rory menjadi pegolf pertama Indonesia yang menyabet gelar dari Asian Tour.

Saat itu ia menciptakan total 267 pukulan atau 21 pukulan di bawah par. Rory pun kantongi hadiah sebesar US$ 54.000.

Berita Terkait : Jelang Tanding Lawan Arab Saudi, 27 Pemain Timnas Indonesia Fokus Latihan

“Saya akan berusaha melakukan yang terbaik. Sebenarnya sejak Februari 2019 saya kerap diganggu cedera, tapi masih sempat juara. Semoga di BNI Indonesian Masters kali ini tak ada masalah,” tandas Rory dalam konferensi pers di Royale Jakarta Golf Club, pada Rabu (11/12).

Dipaparkan Rory, cedera yang menderanya itu antara lain pada ligament dan tendon. Tapi, ia bersyukur tetap mampu menjalankan kiprahnya dengan baik.

Kalau pun saat ini kondisinya tak 100 persen fit, Rory yakin hal itu tak mengganggu penampilannya di BNI Indonesian Masters 2019.

“Kalau pun mau dibilang lawan terberat, sesungguhnya itu bukan soal kiprah pemain lain, tapi justru bagaimana menjinakkan lapangan,” tegas pemiliki postur 179 cm itu.

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Menjuarai tur Asia membuat Rory kian ajeg dengan permainannya. Tapi, ia tak ingin lalai, melainkan terus mengasah diri demi konsistensi pukulan dan hasil terbaiknya di ajang berhadiah total US$ 750.000.

Lain lagi dengan Poom Saksansin. Juara bertahan asal Thailand itu juga ingin jadi yang terbaik. Tapi, kiprahnya kurang manis sepanjang 2019 membuat Saksansin tak terlalu mengumbar targetnya buat pertahankan gelar dalam kejuaraan kali ini.

“Yang pasti saya akan berusaha mempertahankan gelar,” kata Saksansin yang kini berusia 26 tahun.

Perburuan gelar juga bakal datang dari Jazz Janewattananond. Pegolf Thailand itu juga mengincar gelar, pasca di BNI Indonesian Masters 2018 ia hanya berstatus runner up.

Baca Juga : PBB: Myanmar Hapus Desa-desa Rohingya dari Peta

Selain itu juga ada John Catlin, pegolf Amerika Serikat yang kini berada di urutan 192 dunia (official world golf ranking). [SRI]