APG 2020, Atletik Optimistis Raih 31 Medali Emas

Pelatih kepala atletik Slamet Widodo di lapangan atletik Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/12). (Foto : Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Pelatih kepala atletik Slamet Widodo di lapangan atletik Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/12). (Foto : Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Cabang atletik menargetkan 31 medali emas pada perhelatan Asean Paragames 2020 di Filipina 18-25 Januari mendatang. Mayoritas perolehan medali tersebut bakal dipersembahkan dari nomor sprint.

Pelatih kepala atletik Slamet Widodo mengatakan, nomor sprint masih jadi andalan karena kualitas atlet jauh diatas rata-rata atlet negara lawan. Begitu juga dengan atlet dari nomor lompat dan lempar.

"Dengan meratanya kekuatan atlet kita khususnya di nomor sprint, mayoritas medali emas akan banyak kita dapat dari sana. Jumlahnya mudah-mudahan akan bertambah seiring ketatnya persaingan perebutan medali perak," kata Slamet di lapangan atletik Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/12).

Untuk jumlah atlet yang bakal diturunkan pada perhelatan Asean Para Games nanti, kata dia, sebanyak 55 orang untuk 116 nomor. "Tapi mudah-mudahan saja selain meraih medali emas, ada atlet yang bisa memecahkan rekor yang di beberapa nomor sudah dipegang atlet-atlet kita," ujarnya.

Berita Terkait : Simone Optimistis Menang di Anfield

Slamet juga menjelaskan, dirinya saat ini sudah tak lagi memberikan program berat kepada para atlet. Program yang diberikan hanya perbaikan teknik dan penguatan fisik. "Kita nggak lagi memberikan program berat karena waktu pertandingan tinggal empat minggu lagi. Jadi latihannya mesti pelan-pelan dikurangi," paparnya.

Sementara itu, pelatih Angkat Berat Paralimpik Indonesia, Toni Kuswanto, mengaku punya atlet andalan yang bakal mengejutkan banyak negara lawan. Namun, ia enggan mengungkap identitas atlet tersebut.

"Sebenarnya saya punya atlet yang punya peluang besar meraih emas, dan banyak negara yang belum mengetahui atlet ini. Tapi saya belum bisa mengungkap siapa karena atlet ini bisa menjadi senjata andalan kita nanti," kata dia di kantor National Paralympic Committe (NPC) Indonesia, Solo, Jumat, 20 Desember 2019.

Terkait program yang diberikan kepada atlet, Toni mengatakan bahwa hal tersebut telah dikurangi sebagai upaya menjaga stamina atlet. "Saat ini para atlet kita fokuskan memperbaiki teknik untuk mempertajam total angkatan. Waktu latihan juga sudah kita kurangi biar mereka bisa istirahat lebih banyak tapi porsi latihan tetap jalan," ujarnya.

Baca Juga : Geger Anjani Hamil Dan Corona

Dia menjelaskan, untuk cabang olahraga angkat berat sendiri, terdapat 19 kelas yang dipertandingkan di ASEAN Para Games 2020 Filipina. Pada ajang multievent yang berlangsung 14-25 Januari 2020, kontingen Indonesia dari atlet angkat berat berjumlah 14 orang. "Rinciannya sembilan putri dan lima putra," katanya.

Toni berharap, semua atlet putri Indonesia nantinya dapat memenuhi target lima medali emas meski hanya berpeluang merebut pat medali emas. "Untuk putra, kami hanya menargetkan satu medali emas," tandasnya.

Kepala Kontingen ASEAN Para Games, Andi Herman, sebelumnya mengatakan bahwa pada perhelatan Asean Para Games 2020 nanti Indonesia menargetkan merebut 100 medali emas. Jumlah tersebut kata dia berdasarkan perhitungan yang matang meski terdapat margin error maksimum 15 persen.

  "Kalau pun meleset kami harap meleset ke atas," kata dia. Herman mengatakan kontingen Indonesia mengikuti seluruh cabang olahraga, yakni 16 cabang yang diperlombakan di pesta olahraga atlet difabel.

Baca Juga : Virus Kambing Hitam

Total ada 300 atlet Indonesia yang bakal bertanding di ASEAN Para Games 2020 dengan jumlah kontingen sebanyak 550 orang. "Ini kekuatan full team untuk berlaga dengan harapan juara umum."