Kasus Doping, Nasib Iannone Ditentukan 7 Januari

Andrea Iannone. (Foto : twitter@MotoGP)
Klik untuk perbesar
Andrea Iannone. (Foto : twitter@MotoGP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pebalap Tim Aprilia, Andrea Iannone terancam gagal mengikuti MotoGP 2020 jika terbukti menggunakan doping di laga MotoGP Malaysia, 3 November lalu.

Federasi Motor Internasional (FIM) sebagai wasit akan memutuskan nasib pebalap asal Italia itu pada 7 Januari 2020.

Berita Terkait : Doping, Iannone Terancam Skors Empat Tahun

Dikutip Crash Net, FIM telah melakukan sampel B sebagai pebanding dengan hasil sampel yang dilakukan menjelang GP Malaysia. Kala itu, Iannone positif menggunakan anabolic steroid. Salah satu kandungan yang terdapat di dalam doping.

Nah kemarin, FIM telah mengambil sampela ulang Iannone. Pebalap berusia 30 tahun itu dites urinenya. Jika terbukti bersalah, maka Iannone terancam diskors balapan paling lama empat tahun. Artinya, dia tidak dapat mengikuti MotoGP 2020.

Berita Terkait : Positif Doping, Iannone Batal Ngaspal di Malaysia

Spekulasi ihwal ini terus berkembang. Tidak hanya isu doping. Iannone juga mengonsumsi obat cedera bahu yang memaksanya untuk mundur dari balapan di Misano, pada bulan September.

Ada juga juga yang menyebut itu adalah obat pelangsing tubuh agar Iannone dapat lincah di atas motor. Mendapatkan kabar buruk, Iannone selow. Pebalap Italia itu penuh percaya diri dengan menyatakan bersih dari doping.

Berita Terkait : Mau Juara, Dovi Diminta Izin ke Marquez

“Selama bertahun tahun, dan juga musim ini, saya telah menjalani pemeriksaan terus menerus, tentu saja selalu terbukti negatif, itu lah mengapa saya percaya diri,” tegasnya. [BSH]