APG Diundur, Kemenpora Optimistis Indonesia Tetap Juara Umum

Plt Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti. (Foto : Istimewa)
Klik untuk perbesar
Plt Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti. (Foto : Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski pelaksanaan ASEAN Para Games (APG) 2020 diundur, Kemenpora meyakini para atlet disabilitas Indonesia tetap bisa menjadi juara umum. Sebab semangat para atlet tetap tinggi berlatih demi mempertahankan gelar yang diraih di APG Malaysia 2017 silam.

Menurut Plt Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti, pemerintah terus berkoordinasi dengan Komite Paralimpik Nasional (NPC) Indonesia, pelatih dan tenaga pendukung selama Pelatnas APG 2020 yang digelar di Solo, Jawa Tengah.

"Kami terus berkoordinasi dengan temen-teman di NPC dan pelatih. Kami juga memberikan pendampingan. Para atlet tetap semangat latihan di Pelatnas. Bahkan waktu latihan semakin panjang. Jadi, walaupun diundur target juara umum dengan 100 medali emas masih sangat realistis. Kami yakin itu,” kata Chandra Bhakti ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berita Terkait : Kemenpora Optimistis Pembangunan Venue PON Papua Sesuai Target

Sedianya APG 2020 akan digelar pada 18-24 Januari 2020. Karena persoalan anggaran, Panitia Penyelenggara ASEAN Para Games Filipina (Philapgoc) menunda pelaksanaan menjadi 20-28 Maret 2020.

Menurut Chandra, prestasi para atlet disabilitas Indonesia di Asia Tenggara tak perlu diragukan lagi. Indonesia selalu diperingkat kedua atau juara umum. Bahkan ketika ada penundaan, Philapgoc minta persetujuan Indonesia.

“Ketika Indonesia setuju, negara lain setuju. Kita ini jadi kiblatnya. Karena itu soal prestasi, kami masih yakin target juara umum tetap tercapai. Mohon doa masyarakat saja atlet kita tetap juara,” jelasnya.

Baca Juga : Yang Dipertuan Agong Tunjuk Muhyiddin Yassin Sebagai PM Malaysia Yang Baru

Beberapa atlet Indonesia, Chandra menambahkan, menjadikan APG sebagai batu loncatan untuk Paralympic Tokyo 2020. Beberapa atlet sudah dipastikan lolos mendapat tiket untuk Paralympic. Jika di Paralympic Rio de Janeiro 2016, Indonesia meraih perunggu. Di Paralympic Tokyo, dia optimistis atlet Indonesia bisa menyumbang emas.

“Cabor yang berpeluang kemungkinan dari atletik, bulu tangkis atau tenis meja. Karena kita punya juara dunia di situ. Insya allah lebih baik dan kita dapat emas,” katanya.

Diakuinya, penundaan APG, memang mempengaruhi anggaran untuk Pelatnas APG 2020. Sebab ada penambahan waktu Pelatnas tiga bulan dari yang semula direncanakan. Anggaranpun jadi bertambah.

Baca Juga : Sambut Liga 1 2020, Wapres Ingin Sepak Bola yang Berakhlaqul Karimah

“Tapi tak ada masalah. Semua kita support, Insya allah Januari semua penambahan anggaran teratasi. Saat ini yang penting, bagaimana atlet, pelatih dan semua tim pendukung menjaga peak performance atlet sebelum berangkat. Dan semua harus fokus,” ungkap Chandra.

Chandra juga berharap para atlet yang berjuang tetap menjaga nama bangsa Indonesia di pentas internasional. Prinsip fair play, unity, diversity harus dijaga. "Prestasi penting. Tapi menjaga nama baik bangsa tak kalah penting," katanya. [IPL]