Erick Sempat Berpikir Undang Kobe Bryant ke Indonesia, Tapi Ternyata, Kepergiannya Begitu Cepat...

Kobe Bryant (kiri) turut menyaksikan Anggota FIBA Central Board dan IOC Erick Thohir (keempat kanan) mewakili Indonesia, bersama perwakilan Filipina dan Jepang, secara simbolis menerima bendera FIBA selaku tuan rumah Piala Dunia 2023 dalam acara di Beijing, China, 15 September 2019. (Foto: Dok. Perbasi)
Klik untuk perbesar
Kobe Bryant (kiri) turut menyaksikan Anggota FIBA Central Board dan IOC Erick Thohir (keempat kanan) mewakili Indonesia, bersama perwakilan Filipina dan Jepang, secara simbolis menerima bendera FIBA selaku tuan rumah Piala Dunia 2023 dalam acara di Beijing, China, 15 September 2019. (Foto: Dok. Perbasi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meninggalnya legenda basket dunia Kobe Bryant dalam sebuah kecelakaan helikopter di California, Amerika Serikat (AS), Minggu (26/1), mengagetkan semua orang. Kepergiannya begitu mendadak. Dunia olahraga, khususnya basket, merasakan duka yang mendalam atas kepergian sang bintang. Tak terkecuali Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick yang menjabat Central Board of FIBA (Federasi Bola Basket Internasional, Red) sangat kaget mendengar berita kepergian idolanya itu.

"Berita tersebut sangat mengagetkan kami, sesama keluarga basket internasional. Terlebih, Kobe Bryant juga menjadi ambassador FIBA Dunia. Kepergiannya membuat kami merasa sangat kehilangan," ungkap Erick melalui keterangan tertulis yang diterima RMco.id, Senin (27/1).

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

"Pertemuan terakhir saya dengan beliau adalah pada Final Piala Dunia Basket 2019 di China. Saat serah terima bendera tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. Di mana Indonesia menjadi salah satu tuan rumah, bersama Jepang dan Filipina." kenang Erick Thohir.

Pria kelahiran 30 Mei 1970 ini, mengaku terkesan dengan keramahan pemain berjuluk black mamba. "Beliau figur yang menyenangkan dan begitu ramah. Saat berbincang dengannya, terasa begitu akrab. Sebagai ambassador FIBA Dunia, saya sempat berpikir mengundang dia ke Indonesia untuk mempromosikan bola basket. Tetapi ternyata, kepergiannya begitu cepat," papar Erick.

Ia menilai, penampilan Kobe Bryant di lapangan basket sangat luar biasa. Saat berduet dengan Shaquille O'Neal, dia mampu mengantarkan Lakers merebut gelar juara NBA. Begitupun saat sudah tidak bertandem dengan Shaquille O'Neal. Tetap mampu membawa Lakers juara NBA.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

"Kobe adalah salah satu pemain basket terbaik dunia. Aksinya saat mencetak 81 poin, ketika Lakers mengalahkan Toronto Raptors 22 Januari 2006 salah satu momen yang tidak terlupakan," papar Erick.

Menurutnya, banyak pebasket muda yang meniru gerakan Kobe Bryant.

"Kalau kita lihat dari rekaman video, banyak pebasket muda mengikuti gerakannya. Dia juga tipe pekerja keras, yang mampu menjaga kondisi fisiknya. Saat mulai menua, dia lebih memilih menembak sebagai senjata utamanya dalam mendulang angka," pungkas Erick. [HES]