Jayakan Kembali Timnas

Rully Nere Cs Bentuk Komunitas Percepatan Pembagunan Persepakbolaan

Deklarasi Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia di Jakarta, Senin (3/2). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Deklarasi Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia di Jakarta, Senin (3/2). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bertolak dari rasa keprihatinan, keterpanggilan sekaligus tanggungjawab dan partisipasi untuk membantu mendorong percepatan pembangunan persepakbolaan Indonesia, maka  Dibentuklah Komunitas Percepatan Pembangunan Sepak bola Indonesia.

"Kami yang terdiri dari sekelompok orang dengan berbagai latar belakang profesi dan keilmuan, serta atas berkat rahmat Allah Tuhan Yang Maha Esa dengan ini mendeklarasikan pembentukan “Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia," ujar Ishak Tan, Salah satu deklarator Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia di Jakarta, Senin (3/2).

Deklarasi Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia ini dihadiri oleh Perry Sandria, Herry Kiswanto, Ely Idris dan Rully Nere.

Menurut Ishak, tercetusnya ide berdirinya Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia didasari oleh dua hal. Pertama sebagai masyarakat sepak bola kami miris melihat kondisi persepakbolaan di Indonesia. Padahal pada tahun 80-an timnas kita pernah berjaya.

Yang kedua, Presiden Jokowi mempunyai kepedulian terhadap sepak bola dengan mengeluarkan Inpres No 3 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.Untuk itu harus kita respon," jelasnya.

Baca Juga : Mahathir Siap Jadi Perdana Menteri Malaysia Lagi

Tidak tanggung-tanggung  dalam Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan sejumlah pihak, yakni 11 Kementerian, 2 Pimpinan Lembaga serta Gubernur dan Bupati/Wali Kota di seluruh Indonesia untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.

Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia ini akan fokus bekerja untuk pengembangan inovasi, kreasi dan kolaborasi berbasis independensi, transparansi dan akuntabilitas untuk percepatan pembangunan dan kemajuan persepakbolaan Indonesia. 

 Capaian-capaian komunitas ini akan didedikasikan guna mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya bagi upaya percepatan pembangunan dan kemajuan prestasi persepakbolaan Indonesia.

Lebih jauh Ishak menambahkan Komunitas ini tidak berafiliasi ke ke manapun termasuk partai politik.

"Kami independen tidak berafiliasi kemanapun.Kami juga punya visi, misi dan program jangka pendek serta jangka panjang," tambahnya.

Baca Juga : Rupiah 14 Ribu Lagi, Sri Mul Masih Bisa Tenang?

Program jangka pendek yang sudah dirancang adalah dengan melakukan tur ke 10 Provinsi terutama daerah- daerah yang punya potensi pemain.

Kegiatan itu juga akan diisi dialog dengan masyarakat sepakbola setempat dan mantan-mantan pemain timnas. Coaching Clinic akan menjadi bagian paling penting dalam tur tersebut.

Adapun 10 provinsi yang akan di datangi adalah Maluku, Papua, Sulsel, Kaltim, Bali, Sumut, Sumsel, Jabar, DKI dan Jawa Timur.

Sedangkan program jangka panjangnya adalah membangun dan mengembangkan "Center of Excellence sepakbola Indonesia". 

Pelatih sepak bola sekaligus mantan kapten timnas Indonesia Herry Kriswanto mengaku, sangat prihatin dengan sepak bola Indonesia yang sejak 1991 belum mendapatkan emas di SEA Games.

Baca Juga : Makin Menggila, WHO Naikkan Status Darurat Wabah Corona ke Level Tertinggi

Sementara Rully Nere mengatakan, dengan adanya Inpres No 3 Tahun 2019 ada sekitar 11 kementerian yang terlibat. Ini menjadi harapan semua. 

"Pembinaan sangat penting dalam mencetak sepak bola Indonesia. Tanpa kompetisi pemain usia muda kita tidak akan berprestasi," kata bintang sepak bola era 80-an ini. [WUR]