Solo Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Ketum PSSI Sidak ke Stadion Manahan

Ketua PSSI Mochammad Iriawan (tengah) dan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan) didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha, saat inspeksi mendadak ke Stadion Manahan, Solo, Minggu (9/2). (Foto: PSSI)
Klik untuk perbesar
Ketua PSSI Mochammad Iriawan (tengah) dan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan) didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha, saat inspeksi mendadak ke Stadion Manahan, Solo, Minggu (9/2). (Foto: PSSI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stadion Manahan Solo, Minggu (9/2) pagi.

Mereka melakukan sidak tersebut dalam rangka Solo menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan dihelat tahun 2021.

Sejumlah pengurus PSSI bertemu dengan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Loji Gandrung, Minggu (9/2). Pertemuan dilakukan sekira pukul 07.30 WIB sebelum mereka bertolak menginspeksi Stadion Manahan Solo. 

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria hadir bersama rombongan.Pertemuan antara pengurus PSSI dan Rudy berlangsung hingga pukul 08.05 WIB.

Berita Terkait : Ini Kata Ketum PSSI Soal Timnas Indonesia Dikalahkan Persita 1-4

Seusai pertemuan, mereka langsung bertolak menuju Stadion Manahan dengan berjalan kaki.  Rombongan pengurus PSSI dan Rudy tiba di Stadion Manahan sekira pukul 08.25 WIB. Mereka tampak kompak mengenakan baju warna dominan merah. 

Mereka pun mengecek sejumlah fasilitas dalam stadion, mulai dari ruang ganti pemain, ruang pemanasan, ruang media, sampai.

Ketum) PSSI Mochamad Iriawan meninjau langsung Stadion Manahan Solo yang akan menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

M Iriawan memuji kondisi Stadion Manahan yang nyaris sempurna. “Stadion Manahan bagus, hampir sempurna,” katanya pada wartawan.

Berita Terkait : Berantas Mafia Bola, PSSI dan Polri Bersinergi

Berbagai fasilitas di stadion, seperti tempat ganti pakaian pemain, kamar mandi, ruang wasit, ofisial, tempat pemanasan pemain.

Termasuk kursi juga telah standar FIFA. Yang menjadi catatan PSSI adalah stadion pendukung. Dari lima stadion pendukung yang dikunjungi, diakui masih banyak yang harus dilakukan perbaikan.

 “Untuk stadion utama, yang hampir selevel Stadion GBK (Gelora Bung Karno) adalah Stadion Manahan,” urainya.

Setelah dari Stadion Manahan Solo, ia rencananya akan mengunjungi Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya. Namun ia belum mengetahui apakah kondisinya sama dengan Stadion Manahan atau tidak.

Berita Terkait : Jokowi: Siapkan Timnas Indonesia Bola Basket yang Tangguh dan Bermental

Khusus untuk Stadion Manahan, di bagian luar stadion banyak yang harus diselesaikan. Seperti material material pembangunan, tempat parkir dan lainnya.

Ia juga menghimbau para suporter juga turut menjaga kepercayaan dunia kepada Indonesia. Sebab piala dunia U-20 belum pernah terjadi di Indonesia dan belum diketahui akan berlangsung kapan lagi setelah perhelatan tahun 2021 mendatang. Jika suporter tidak kondusif dan ada penilaian dari FIFA, dirinya khawatir ada masalah. “Jadi saya titip dijaga stadion ini, jaga Kota Solo, dijaga semua yang menjadi infrastruktur yang ada,” tegasnya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pusat terkait perbaikan venue lapangan pendukung. Seperti lapangan Banyuayar, Sriwaru, Karangasem, Kota Barat, dan Stadion Sriwedari.

Pihaknya telah menyiapkan amdal, UKL dan UPL. Sementara, detail engginering desain (DED) dari pemerintah pusat, termasuk anggaran perbaikan juga dari pemerintah pusat. [WUR]