Fernando Sitorus Terpilih Ketum PGSI DKI Jaya Periode 2020-2024

Foto Istimewa
Klik untuk perbesar
Foto Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka - Fernando Pardamean Sitorus akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PGSI DKI Jaya periode 2020-2024 dalam Musprov PGSI DKI Jaya di Jakarta, Rabu (27/2). 

Dalam Musprov yang dihadiri oleh 6 Pengkot PGSI DKI Jaya itu, Gian Fernando Pardamean Sitorus menjadi satu-satunya calon ketua umum. Setelah, calon lainnya Heru Pujihartono mundur dan memberikan dukungan kepadanya. 

Pimpinan Sidang Manson Sinaga dari PGSI Jakarta Timur atas persetujuan pemilik suara akhirnya memutuskan Gian Fernando Pardamean Sitorus untuk menjadi ketua umum. Musprov PGSI DKI Jaya juga dihadiri oleh Sekum PGSI Pusat, Mohammad Amir, Bidang Pembinaan Prestasi Disorda DKI Jaya, Akhmad Zazimi,  dan Waketum KONI DKI Jaya, Gde Sarjana. 

Menurut laporan Tim Penjaringan dan Penyaringan Ketua Umum PGSI DKI Jaya, Mike Wangge, pihaknya telah menjaring tiga kandidat Caketum. Tiga nama itu adalah, Waode Herlina Anggota Komisi E DPRD DKI Jaya, Heru Pujihartono, dan Gian Fernando Pardamean Sitorus. 

Berita Terkait : Heru Ingin Kembalikan Supremasi Gulat DKI di Tingkat Nasional

"Namun, setelah kami melakukan verifikasi hanya dua calon saja yang memenuhi syarat yakni, Heru Pujihartono dan Gian Fernando Pardamean Sitorus, " tandas Mike Wangge. 

Gian tokoh muda yang juga Tim TGUPP Gubernur DKI Jaya itu dinilai memenuhi syarat untuk menduduki jabatan itu. Sebagai tokoh muda Gian dinilai sangat visioner dalam memajukan gulat di DKI Jaya. "Karena dorongan dan semangat  dari para senior membuat saya berani maju sebagai calon ketua, " kata Gian. 

Dalam visi dan misinya, Gian mengatakan sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik tak terlepas dari sistem. "Semuanya harus berjalan dengan porsi yang sama. Ekosistem tiga pilar, edukasi, prestasi, dan rekreasi harus bersinergi, " ungkapnya.

 Ia juga mengatakan gulat harus dibangun jadi sektor industri dan menjadi bench mark selain menerapkan aplikasi sport science dan data base atlet. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Selain itu sarana dan prasarana menjadi target jangka pendek kepengurusannya. Ia akan berupaya membangun base camp untuk gulat DKI Jaya dengan fasilitas berstandar. Sementara itu ketua demisioner Steven S Musa menjamin tidak ada dualisme dalam tubuh PGSI DKI.

"Kami menjamin tidak ada dualisme dalam tubuh PGSI DKI Jaya, karena menjalankan roda organisasi sangat sulit, " katanya di depan perwakilan KONI DKI Jaya yang diwakili oleh Waketum Gde Sarjana. Menurutnya, dalam Musprov kali ini terjadi dinamika di mana tokoh-tokoh muda bermunculan. 

"Ini menandakan gulat semakin dicintai. Berbeda ketika 2015 lalu saya ditunjuk oleh ketua fraksi saya waktu itu karena tidak ada calon lain, " kata anggota DPRD DKI Jaya itu. 
Ia juga berharap agar prestasi gulat DKI Jaya ke depan lebih berprestasi lagi karena tantangan lebih berat. 

"Saya berharap agar prestasi para atlet DKI Jaya lebih baik lagi terutama menghadapi tantangan di PON 2020 nanti, karena kami telah meloloskan 5 pegulat, " tandasnya. 

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Musprov PGSI DKI Jaya dihadiri oleh para anggota sebanyak 6 Pengkot termasuk Kepulauan Seribu. 

Para undangan yang hadir dalam pembukaan Musprov di antaranya, Sekum PGSI DKI Jaya, Mohammad Amir, Waketum KONI DKI Jaya, Gde Sarjana,  Binpres Disorda DKI Jaya, Akhmad Dizalimi. 

Seperti diketahui, dua calon yakni Heru Pujihartono dan Giant Sitorus merupakan duet tepat untuk memimpin PGSI DKI ke depan.  [WUR]