Piala AFF U-22

Peserta Berkurang, Jumlah Main Lebih Sedikit

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (kedua kanan) memberikan intruksi kepada pemain saat sesi latihan di Lapangan Madya, Komplek SUGBK, Senayan, Jakarta. (Foto : istimewa)
Klik untuk perbesar
Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (kedua kanan) memberikan intruksi kepada pemain saat sesi latihan di Lapangan Madya, Komplek SUGBK, Senayan, Jakarta. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - KIPER Timnas Indonesia U-22, Awan Setho menyebut ada keuntungan dan kerugian bagi timnya selepas tiga negara men- gundurkan diri dari Piala AFF. Bagi Awan Setho, kondisi itu membawa pengaruh positif dan negatif bagi Timnas Indonesia U-22.

“Ya pasti sebuah keuntungan. Namun, tentu kami juga maunya semua tim bisa ikut agar kami bisa mengetahui kekuatan semua tim di Asia Tenggara,” ujar Awan Setho setelah sesi latihan Timnas Indonesia U-22 di Stadion Madya, Senayan.

Baca Juga : PLN Siap Sambut Investor Di Provinsi Bengkulu

“Memang menjadi keuntungan karena akhirnya hanya tinggal menghadapi tuan rumah, Myanmar, Malaysia, dan mungkin juga Thailand nantinya. Namun, kerugian juga tak bisa dihindari karena akhirnya lebih sedikit bermain,” lanjutnya.

Piala AFF U-22 akan diselenggarakan di Phnom Penh, Kamboja, pada 17-26 Februari 2019. Berdasarkan hasil pembagian grup terbaru, grup A dan grup B masing-masing dihuni empat tim. Grup A diisi oleh Vietnam, Thailand, Timor Leste, dan Filipina. Sedangkan grup B dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan tuan rumah Kamboja.

Baca Juga : Pemprov DKI Jual Masker Murah, Satunya Cuma Rp 2.500

Nantinya, juara dan runner-up masing-masing grup berhak lolos ke babak semi-final. Berdasarkan jadwal terbaru, Indonesia U-22 yang kini dilatih Indra Sjafri bakal menghadapi Myanmar pada laga perdana. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Nasional, Phnom Penh, 18 Februari mendatang.

Seperti diketahui timnas Singapura, Brunei Darussalam, dan Laos mengundurkan diri dari event tersebut. Alhasil, kini hanya tersi- sa delapan tim, dan jadwal pertandingan pun yang awalnya direncanakan hingga 2 April, harus berakhir lebih cepat menjadi 26 Maret. [WUR]