RMco.id  Rakyat Merdeka - Olimpiade Tokyo 2020 kemungkinan urung terlaksana Juli. Itu setelah banyak negara minta event akbar olahraga ini ditunda menyusul mewabahnya Covid-19 di seluruh dunia.

Negara-negara yang menerapkan lockdown paling kenceng bersuara agar Olimpiade 2020 ditunda. Italia, Prancis, Amerika Serikat, Slovenia, dan Brasil minta ditunda karena selama lockdown, para pemain tidak bisa latihan.

Belum lagi atlet tidak bisa mengikuti kualifikasi mengingat banyak event olahrahaga untuk mendapat tiket Olimpiade urung terlaksana.

Baca Juga : Penggerak Millenial Indonesia Beberkan Alasan Pilkada 2020 Harus Tetap Lanjut

Ketua IOC Brasil Paulo Wanderley mengatakan, para atlet mengkhawatirkan bisa tetap bugar dan bisa tampil pada event-event kualifikasi dan kompetisi-kompetisi lainnya menjelang Olimpiade ini dari 24 Juli sampai 9 Agustus.

"Sebagai seorang mantan judoka dan pelatih cabang olahraga ini, saya tahu impian semua atlet adalah tampil pada puncaknya di Olimpiade," kata Presiden COB Paulo Wanderley seperti dikutip Reuters, Minggu (22/3).

"Sudah jelas bahwa untuk saat ini mempertahankan Olimpiade agar tetap diadakan tahun ini akan menghalangi mimpi ini benar-benar terwujud." 

Baca Juga : Nasib Tes Swab Gratis

Baginya menunda Olimpiade bukan suatu hal buruk. Sebelumnya beberapa kali Olimpiade ditunda."IOC sudah melewati masalah-masalah besar sebelum ini, dengan episode-episode berakhir pada pembatalan Olimpiade 1916 dan 1940 serta 1944, karena perang dunia, dan boikot Olimpiade Moskow 1980 dan Los Angeles 1984," kata Wanderley dalam pernyataan yang disiarkan laman COB.

Sebelumnya, anggota senior Komite Olimpiade Jepang (JOC) Kaori Yamaguchi juga mendesak agar penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan itu ditunda mempertimbangkan kondisi saat ini ketika hampir semua negara terserang pandemi COVID-19.

"Olimpiade 2020 harus ditunda di tengah situasi ini, ketika atlet tidak bisa mempersiapkan diri secara maksimal," kata Yamaguchi kepada harian Nikkei seperti dikutip AFP di Jakarta, Sabtu (21/3).

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Kinerja Dubes Melalui Forum Debriefing III Undiknas Denpasar

Presiden IOC Thomas Bach ngotot Olimpiade 2020 digelar sesuai jadwal. Pembatalan tidak masuk agenda. Kami bertekad menyukseskan Olimpiade ini," kata Bach kepada New York Times, Kamis (19/3),

IOC dan panitia penyelenggara Tokyo 2020 juga telah berulang kali menegaskan bahwa Olimpiade bakal digelar sesuai jadwal, yaitu pada 24 Juli sampai 9 Agustus, meski banyak turnamen kualifikasi dibatalkan akibat virus corona.

Sampai Jumat (20/3), 258.930 kasus virus corona baru telah terkonfirmasi beserta 11.129 kematian di 163 negara dan wilayah. [IPL]