RMco.id  Rakyat Merdeka - Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyerah. Sempat ngotot tidak akan menunda Olimpiade 2020, IOC akhirnya mempertimbangkan usulan penundaan event olahraga terbesar sejagat itu.

IOC dan beberapa federasi olahraga mengadakan rapat darurat pada Minggu (22/3). Hasilnya ada beberapa opsi soal "perencanaan skenario" untuk Olimpiade Tokyo 2020. Ini dilakukan setelah pandemi coronavirus menyebar.

Baca Juga : Merawat Emosi Umat (2)

Dijelaskan, IOC telah mendiskusikan opsi tetap 24 Juli atau menunda Games satu tahun karena wabah global coronavirus, tetapi membatalkan Olimpiade tidak akan menyelesaikan masalah.

"Oleh karena itu, pembatalan tidak ada dalam agenda," kata IOC dalam sebuah pernyataan yang juga menambahkan bahwa diskusi rinci akan selesai dalam empat minggu ke depan.

Baca Juga : Banjir Landa Masamba, Pertamina Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga

Sebelumnya banyak negara minta Olimpiade ditunda. Komisi Atletik Dunia, Komite Paralimpik Internasional (IPC) dan komite Olimpiade juga berharap ajang ini ditunda.

"Kami tidak tahu seperti apa situasinya nanti. Tentu saja, kami mempertimbangkan beberapa skenario berbeda. Namun, berbeda dengan organisasi olahraga atau liga profesional lain, kami masih punya waktu 4,5 bulan dari Olimpiade,” tutur Thomas Bach dalam sebuah sesi wawancara khusus di New York, Amerika Serikat (AS), dikutip dari Kyodo News, Sabtu (21/3).

Baca Juga : Hambatan Belajar Daring Wajib Ada Solusinya

“Mereka (cabang olahraga lain) bahkan lebih optimis dari kami karena sebagian besar dari mereka menunda event hingga April atau bahkan Mei. Kita berbicara soal ajang yang digelar akhir Juli,” pungkas lelaki berkebangsaan Jerman tersebut. [IPL]