Kemenpora Apresiasi IOC dan Pemerintah Jepang Soal Penundaan Olimpiade

Menpora Zainudin Amali. (Foto : Kemenpora)
Klik untuk perbesar
Menpora Zainudin Amali. (Foto : Kemenpora)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kemenpora mengapresiasi keputusan IOC dan pemerintah Jepang terkait penundaan Olimpiade Tokyo yang semula dijadwalkan 24 Juli hingga 9 Agustus. Keselamatan atlet memang harus menjadi prioritas.

"Kemenpora mengapresiasi sikap kenegarawanan Pimpinan IOC dan Pemerintah Jepang yang lebih mengutamakan keselamatan seluruh atlet dan semua pihak yang akan terlibat dalam Olimpiade tersebut, sehingga event Olimpiade diusahakan dapat terlaksana paling lambat musim panas tahun depan," demikian pernyataan Kemenpora dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3).

Seperti diketahui, Presiden IOC Thomas Bach dan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo ttelah mengadakan video conference menjelaskan penundaan Olimpiade Tokyo di tengah merebaknya wabah Covid-19.

Berita Terkait : Atlet Apresiasi Penundaan Olimpiade Tokyo 2020

Selain itu, Kemenpora mendukung sepenuhnya kesepakatan  yang memastikan Olimpiade Tokyo akan berlangsung paling lambat tahun depan dan akan digabung dengan Paralimpik, sehingga akan bernama Olympic and Paralympic Games Tokyo 2020.

Khusus kepada NOC Indonesia, NPC Indonesia dan seluruh Pimpinan Cabor serta para atlet yang sudah cukup lama melakukan persiapan, Kemenpora sepenuhnya percaya, para atlet sangat memahami.

Pasalnya, penundaan ini tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga seluruh negara di dunia, dan apalagi kerepotannya Pemerintah Jepang. 

Berita Terkait : Praveen/Melati Tak Permasalahkan Jika Olimpiade 2020 Ditunda

"Oleh karena itu, Kemenpora berharap mereka ini para atlet khususnya yang sudah dan belum lolos pra olimpiade dan pra paralimpik untuk tetap semangat dlm berlatih dengan pola yang sangat sederhana dan tidak crowded namun dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi akibat masih merebaknya virus Corona."

Demi keselamatan, Kemenpora minta kepada pihak-pihak yang melakukan pelatnas untuk tetap mengutamakan social and physical distance, dan menjaga kesehatan sesuai protokol olahraga. "Jika terpaksa dengan long distance supervision dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia."

Kemenpora bersama NOC dan NPC akan segera mereview ulang kebutuhan anggaran yang tersedia karena pemerintah sedang memfokuskan pada penanganan pencegahan merebaknya virus Corona.

Berita Terkait : Menyerah, IOC Pertimbangkan Penundaan Olimpiade 2020

"Komitmen Pemerintah dan NOC bagi rencana promosi Indonesia untuk bidding Olimpiade 2032 tetap tidak berubah. Itulah sebabnya Pemerintah Indonesia dan NOC dlm sikapnya terhadap rencana jadi atau ditundanya Olimpiade Tokyo 2020 berada pada posisi tidak ingin merepotkan IOC dan Pemerintah Jepang serta NOC Jepang plus Tokyo Olympic Games Organizing Committe," demikian pernyataan tersebut. [IPL]