Tak Bisa Latihan, Quartararo Merasa Gila

Fabio Quartararo. (Foto : Istimewa)
Klik untuk perbesar
Fabio Quartararo. (Foto : Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pebalap MotoGP Fabio Quartararo taat mengikuti kebijakan lockdwon pemerintah Spanyol akibat wabah Covid-19. Selama 10 hari tak keluar rumah, Quartararo merasa gila.

Quartararo mematuhi arahan pemerintah untuk tetap di rumah. "Saya ada di Andorra, dan saya baik-baik saja. Situasi saya saat ini bukanlah karantina yang sesungguhnya, tapi saya coba tetap di rumah selama mungkin. Saya hanya pergi ketika harus beli sesuatu untuk makan," ujar Quartararo, melansir dari laman Speedweek, Rabu (25/3).

Berita Terkait : Mentalnya Jeblok, Quartararo Datangi Psikolog

Namun sebagai pebalap, dia tak sabar naik tunggangannya. Terakhir kali latihan, dilakukan awal Februari bersama Marquez bersaudara, Tito Rabat, Joan Mir, dan Marcel Schrotter di Alcarras. Sejak itu pula dia belum  berlatih di atas motor.

"Itulah latihan outdoor terakhir saya. Sungguh sulit tinggal di rumah terus-terusan. Saya mulai gila," lanjutnya.

Berita Terkait : Ini Jadwal Baru MotoGP Yang Berubah Gegara Corona

Balapan perdana musim ini rencananya bakal digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 1-3 Mei mendatang jika tak ada halangan lebih lanjut dari wabah Virus Corona. Meski begitu, mengingat situasi di Spanyol kian memburuk, Quartararo pun tak yakin rencana tersebut bakal terwujud.

"Seperti yang lain, saya pikir kami bakal mulai balapan di Jerez, tapi situasinya mungkin berbeda," tandas Quartararo.

Berita Terkait : Tiga Bulan Jelang Penyenggaraan, Panpel Formula E Jakarta Terus Monitor Situasi

Spanyol sendiri menempati urutan kedua di Eropa dengan 28.572 kasus. Dari jumlah itu, 1.720 orang meninggal dunia termasuk eks Presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz. [IPL]