Olimpiade Mundur, PBSI Tunggu Arahan BWF

Pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto : dok PBSI)
Klik untuk perbesar
Pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto : dok PBSI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mundurnya Olimpiade 2020 ke tahun 2021 mengubah seluruh kualifikasi cabor olahraga. PP PBSI akan menunggu aturan baru yang akan dibuat federasi bulutangkis dunia (BWF) terkait kualifikasi dan rangking pemain.

"Kami harus melihat dulu perkembangannya, termasuk jika ada perubahan ketentuan dari BWF terkait kualifikasi olimpiade dan pembekuan rangking. Secara prinsip, PBSI akan mengirim pemain yang berpeluang besar mendapat medali," ungkap Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto di laman resmi PP PBSI, Kamis (26/3).

Berita Terkait : Jepang Yakin Olimpiade 2020 Tetap Sukses

"Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nantinya, apakah akan ada hitungan baru lagi. Kami akan sesuaikan, sekarang kami belum bisa berkata bisa ada perubahan atau tidak," tutur Budiharto.

Pandemi Covid-19 juga membuat Indonesia mengajukan perubahan waktu penyelenggaraan turnamen Blibli Indonesia Open 2020 BWF World Tour Super 1000 yang awalnya akan dilangsungkan pada 16-21 Juni 2020, menjadi 29 September - 4 Oktober 2020.

Berita Terkait : Atlet Apresiasi Penundaan Olimpiade Tokyo 2020

"Tanggal ini sedianya telah diamankan untuk slot turnamen Indonesia Masters 2020 BWF World Tour Super 100. "Sudah kami ajukan ke BWF, turnamen Blibli Indonesia Open Super 1000 akan memakai jadwal Indonesia Masters Super 100.

"Kami masih menunggu jawaban dari BWF, termasuk jika disetujui, bagaimana kelanjutan penyelenggaraan Indonesia Masters Super 100, akan ditunda atau dibatalkan," kata Budiharto. [IPL]