Olimpiade Mundur, Cabor Diminta Revisi Anggaran

Menpora Zainudin Amali saat penandatanganan MoU anggaran cabor menembak untuk Olimpiade beberapa waktu lalu. (Foto : Kemenpora)
Klik untuk perbesar
Menpora Zainudin Amali saat penandatanganan MoU anggaran cabor menembak untuk Olimpiade beberapa waktu lalu. (Foto : Kemenpora)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta cabang-cabang olahraga Olimpiade 2020 merevisi anggaran Pelatnasnya. Sebab Olimpiade ditunda hingga 2021.

Sejauh ini federasi cabang olahraga sudah menerima 70 persen anggaran Pelatnas 2020. “Jadi mohon perubahan program dan anggaran disampaikan kepada Deputi IV Kemenpora paling lambat 15 April,” kata Gatot.

Berita Terkait : Bantu Industri, Kemenperin Realokasi Anggaran Rp 113,15 Miliar

Menyikapi imbauan itu, Manajer Tim Angkat Besi, Alamsyah Wijaya mengatakan telah memberikan laporannya. Angkat besi menerima Rp 7 miliar dari nominal angka yang disepakati Rp 10,8 miliar untuk mengakomodasi empat atlet elit, lima atlet pelapis, dan empat atlet junior guna mengikuti empat turnamen.

“Kami sudah melaporkan ada empat agenda kami yang tidak jadi. Dua try out, satu train- ing camp di dalam negeri dan satu luar negeri. Tentu kami menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” kata Alamsyah.

Baca Juga : Waktu Mepet, Pencoblosan 9 Desember Dinilai Berisiko

Dikatakan, cabor angkat besi telah mendapat 70 persen dan rencananya akan dipakai untuk merealisasikan program sampai Desember. Dalam hitungannya, persentase anggaran itu kalau untuk akomodasi, konsumsi, dan uang saku atlet itu cukup. Tapi jika ditambah satu try out mungkin butuh sekitar Rp 8 miliar.

“Sebab, lifter ini kan butuh arena, tak mungkin latihan terus sampai akhir tahun tanpa kompetisi. Jadi bukan dikembalikan (anggaran- nya) tapi sampai satu tahun bisa dipakai,” tutupnya. [KW]