Soal Kelanjutan Serie A, Ilmuwan Jangan Ikut Campur Deh!

Lazio, klub seri A yang paling ngotot agar kompetisi seri A tetap dilanjutkan. (Foto : Istimewa)
Klik untuk perbesar
Lazio, klub seri A yang paling ngotot agar kompetisi seri A tetap dilanjutkan. (Foto : Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Saran pakar kesehatan Instituto Superiore di Sanita (ISS) atau Institut Kesehatan Italia agar kasta teratas Liga Italia atau Liga Serie A musim ini dihentikan mendapat protes keras.

Adalah Direktur Departemen Penyakit Menular ISS, Giovanni Rezza yang mencetuskan saran ini. Dia menganggap sepak- bola bisa meningkatkan risiko penularan virus corona di Italia. Dengan begitu, maka Serie A harus dihentikan.

Berita Terkait : Petani Sawit Tolong Dibantu, Jangan Sampai Megap-megap Karena Corona

“Sepak bola adalah olahraga kontak, sehingga akan ada risiko penularan lagi. Ada pihak yang menginginkan pemain terus dipantau, dengan melakukan tes hampir setiap hari. Tapi hal itu terlihat seperti perubahan kecil buat saya. Apalagi sekarang sudah hampir Mei,” ujarnya.

Menurutnya, melanjutkan kompetisi bukan cara yang diinginkan banyak orang demi meredam virus corona. “Jika saya harus memberi pandangan teknis, tampaknya itu bukanlah yang diinginkan orang, namun Komite Teknis dan Sains akan setuju. Sisanya, kembali ke keputusan politis,” ujarnya.

Berita Terkait : Kim Jong Un Ngumpet Karena Pengawalnya Suspect Corona?

Namun saran itu ditentang Lazio. Melalui, juru bicaranya, Arturo Diaconale memberikan saran balik agar Rezza fokus pada profesinya sebagai ilmuan untuk menemukan obat virus corona daripada mengurusi nasib Serie A.

Apalagi, Rezza diketahui merupakan salah satu penggemar AS Roma, klub Italia yang menentang dilanjutkannya Serie A yang ditunda tanpa batas waktu karena virus corona.

Berita Terkait : FIGC Wajibkan Pemain Seri A Jalani Tes Covid-19

“Terkadang menjadi penggemar sepakbola juga mempengaruhi para ilmuan dan pemikiran mereka,” kata Diaconale di laman Adkronos yang dikutip goal.com.

Terlepas dari polemik Liga Italia dihentikan atau berlanjut, jumlah kasus positif virus corona di Italia memang luar biasa. Berdasarkan data pada laman Worldometers, Selasa (14/4) pukul 11.30 WIB, ada 159.516 kasus di Italia dengan 20.465 di antaranya meninggal dan 35.435 sembuh. [KW]