RMco.id  Rakyat Merdeka - Petenis tunggal putri asal Rumania Simona Halep pesimis kompetisi tenis musim 2020 dapat dilanjutkan. Itu karena belum ada tanda-tanda penyebaran virus akan mereda dalam waktu dekat.

Dia memprediksi,  turnamen Wimbledon akan dibatalkan hingga tiga bulan kedepan. Termasuk turnamen Wimbledon yang dijadwalkan bakal digelar di New York, Amerika Serikat (AS) akhir April 2020.

Berita Terkait : Prancis Terbuka : Serena Cedera, Halep Diprediksi Juara

Alasannya, tentu karena para atlet tak mau bermain di tengah penderitaan masyarakat sekitar venue USTA Billie Jean King National Tennis Center. Sebab, lapangan yang sejatinya akan digunakan untuk AS Terbuka itu sedang dialih fungsikan menjadi rumah sakit darurat untuk menampung dan merawat korban virus corona.

“Kota New York sedang menangani lebih dari 149 ribu kasus positif covid-19. Jadi yang ada di kepala saya sekarang adalah periode ini akan berlalu, terutama jika kita mendengarkan instruksi dan tetap di dalam rumah,” kata Halep dikutip Tennis World USA.

Berita Terkait : Italia Open : Venus Terjungkal, Nadal-Halep Menang Mudah

Meski tak ada kejelasan turnamen kapan akan dilanjutkan, Halep telah mempersiapkan diri untuk menghadapi hal yang terburuk.

“Namun, hal terpenting dalam olahraga ini adalah kaki. Jika saya terus berlari dan menjaga otot saya tetap aktif, saya akan baik-baik saja ketika kembali ke lapangan,” ujar Halep. [DNU]