Wacana Baru Kelangsungan Kompetisi

Apa Mungkin Liga Digelar September-Desember

Liga-liga Eropa disarankan lanjut bulan September dan selesai Desember 2020 (Anne-Christine POUJOULAT / AFP)
Klik untuk perbesar
Liga-liga Eropa disarankan lanjut bulan September dan selesai Desember 2020 (Anne-Christine POUJOULAT / AFP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kelanjutan kompetisi sepakbola di Eropa masih menjadi tanda tanya. Beberapa negara dikabarkan akan melanjutkan kompetisi pada September hingga Desember mendatang.

Namun ada juga yang sudah menghentikan kompetisi seperti di Belanda. Ide untuk melanjutkan kompetisi pada September nanti diutarakan Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas.

Dia beralasan, pemasukan klub tidak ada sehingga kondisi perekonomian semakin sulit. Maka melanjutkan kompetisi adalah jalan terbaik demi pemasukan klub, tapi beberapa klub ada yang menolak karena takut berisiko terpapar virus corona.

Baca Juga : Saatnya Beribadah Di Rumah, Bukan Untuk Berbagi Penyakit

“Saya takut kami tidak bisa melajutkan musim ini lagi, dan itulah mengapa kami membicarakan sebuah skenario baru bersama Jean-Pierre Rivere (Presiden Nice) dan Nasser AlKhelaifi (Presiden PSG), yakni menuntaskan musim 2019/2020 sampai akhir tahun dan setelahnya bisa memulai musim baru di awal 2021,” terangnya.

Aulas menuturkan, konsep ini berkaitan dengan adanya Piala Dunia 2022 di Qatar yang dihelat November-Desember. Dengan demikian untuk kompetisi dua tahun ke depan akan dimulai dari awal tahun dan berakhir di kuarter ketiga kalender tahunan.

“Ini salah satu skenario yang juga menguntungkan Piala Dunia di Qatar. Meski sebenarnya saya menerima apapun usulan untuk bisa menuntaskan musim ini,” imbuhnya.

Baca Juga : Mendag Permudah Impor

Untuk diketahui, Liga Belanda hampir dipastikan tidak akan dilanjutkan lantaran pandemi Covid-19 belum kunjung mereda. Hal ini disampaikan langsung oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

“Sepak bola profesional tidak bisa dimainkan, meski tanpa penonton, hingga 1 September mendatang. Oleh karena itu, KNVB memutuskan untuk tidak melanjutkan Liga Belanda 2019/20,” demikian pernyataan resmi KNVB.

Sementara itu Romelu Lukaku akhirnya meminta maaf kepada Inter Milan atas pernyataannya soal penyebaran Covid-19 di klub tersebut. Menurut laporan Sky Sports, Lukaku juga telah mendapatkan hukuman dari klub Serie A tersebut karena komentarnya itu.

Baca Juga : Tahanan KPK Ngelunjak

Pernyataan yang dimaksud adalah saat Lukaku melakukan wawancara dengan televisi Belgia VIER pekan ini. Saat itu, dia sempat menyebutkan 23 dari 25 pemain Inter telah mengalami gejala virus corona pada Januari lalu.

Lukaku mengklaim bahwa para pemain kembali dari libur mereka pada Desember dengan gejala corona. “Kami mendapat libur sepekan di bulan Desember, kami kembali bekerja dan saya bersumpah bahwa 23 dari 25 pemain telah sakit. Saya tidak bercanda,” ujarnya.

Striker berusia 26 tahun itu juga menyebutkan gejala Corona sudah ada saat timnya berhadapan dengan Cagliari. “Kami bermain melawan tim Radja Nainggolan (26 Januari) yaitu Cagliari dan setelah sekitar 25 menit, salah satu bek kami harus meninggalkan lapangan. Ia tidak bisa melanjutkan pertandingan dan hampir pingsan,” katanya. [OSP]