Pedro Javier Kenang Duet Mautnya Bareng Bambang Pamungkas

Tampak Pedro Javier dan Bambang Pamungkas saat laga di tahun 2011. (Foto: Persija Jakarta)
Klik untuk perbesar
Tampak Pedro Javier dan Bambang Pamungkas saat laga di tahun 2011. (Foto: Persija Jakarta)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Persija Jakarta memiliki deretan bomber asing yang tajam sebelum era Marko Simic. Salah satunya adalah Pedro Javier Velazquez Insfran. Kedatangan Pedro Javier pada 2011 membawa angin segar bagi Persija Jakarta.

Saat itu Macan Kemayoran tak lagi punya predator ganas setelah era Batoum dan Greg Nwokolo. Iwan Setiawan, pelatih Persija saat itu, yang memboyong Pedro. Keduanya pernah bekerja sama di Persibom Bolaang Mongondow pada 2007 lalu.

Berjuang dan bergabung dengan Persija selama satu setengah tahun, bomber asal Paraguay itu mencatatkan 22 gol. Bahkan pada 2011 bersama Bambang Pamungkas, termasuk duet yang disegani lawan saat itu.

Berita Terkait : Bek Persija Ini Kenang Gol yang Dicetaknya ke Gawang AC Milan

Keduanya sangat kompak menjadi sumber gol Persija pada musim 2011-2012. Baik Bepe dan Pedro sama-sama mengoleksi 16 gol. Pedro menceritakan apa yang membuat dirinya dan Bepe bisa sama-sama tampil tajam saat itu.

Salah satu alasannya karena Pedro menilai bersama Bepe saat itu memiliki chemistry yang sangat baik. Tidak hanya itu keduanya juga saling melengkapi, mengingat terkadang Pedro kerap menjadi tembok yang memudahkan Bepe mencetak gol.

Selain itu kelebihan yang lain dimiliki Pedro memiliki tendangan bebas yang luar biasa dan kuat pegang bola. “Tentunya kekompakkan saya dengan Bepe begitu juga dengan teman-teman yang lain yang membantu saya saat di lapangan sehingga mudah untuk mencetak gol pada saat itu,” ujar Pedro.

Berita Terkait : Peduli Warga di Sekitar Kantor, Pertamina Bagikan Paket Sembako di Makassar

“Selain itu saya kenal Bepe sebagai sosok pribadi yang luar biasa, Pemain hebat dan memiliki jiwa kepemimpinan baik itu di dalam maupun di luar lapangan,” tambahnya.

Pedro juga tidak melupakan dukungan Jakmania yang luar biasa saat itu. Ia menilai Jakmania sebagai suporter terbaik selama dirinya berkarier.

“Saya tentu tidak melupakan Jakmania yang selalu dukung kami 100 persen saat kami berlaga. Mereka luar biasa dan tidak pernah melihat fanatisme mereka di klub saya yang lain,” tegasnya.

Berita Terkait : Program Satu Hati Lawan Corona, Persija Kumpulkan Rp 310 Juta

Lebih lanjut Pedro menceritakan kegiatannya saat ini selepas memutuskan pensiun. Ia pun saat ini membangun sekolah sepakbola di Paraguay.

“Sekarang ini sedang sibuk mengurusi football academy yang saya buat. Tidak hanya itu juga saya punya bisnis lain seperti gym sport dan salon spa kecantikan,” pungkasnya.[WUR]