PSSI Berbenah Diri Disela-sela Pandemi Covid-19

Ketua Askot PSSI Jakarta Timur, Salmon Siagian. (Foto: PSSI)
Klik untuk perbesar
Ketua Askot PSSI Jakarta Timur, Salmon Siagian. (Foto: PSSI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Askot PSSI Jakarta Timur, Salmon Siagian menyatakan adanya konflik di tubuh PSSI lebih khusus PT LIB dianggapnya sesuatu tahap yang wajar .Tidak perlu dipolitisasi oleh pihak-pihak lain maupun di Internal PSSI sendiri.

"PSSI ini organisasi besar. Bila ada riak-riak di dalamnya hal yang wajar, itu ibarat badai kecil di dalam getaran dalam gelas diatas meja baru yang tersentuh tanpa sengaja karena masih tahap memahamisekitar (Adaptasi). Jadi, tidak perlu dipolitisasi dan hendaknya segera PSSI fokus dengan program kerja yang sudah diagendakan," ujar Salmon Siagian. dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5).

Sebelumnya, dalam RUPSLB pada Senin (18/5) memunculkan sejumlah keputusan salah satunya pengunduran diri Cucu Soemantri dari jabatan Direktur Utama PT LIB serta tiga komisaris yakni Sonhadji, Hasani Abdulgani dan Hakim Putratama.

Berita Terkait : Kisruh PSSI dan PT LIB Bisa Diselesaikan Secara Internal

Tak lama berselang, posisi Anthony Chandra Kartawiria sebagai Direktur Bisnis PT LIB juga dipertanyakan. Pasalnya, Anthony pernah tersandung kasus hukum saat menjabat Ditektur Keuangan PT MNC Vision Network.

Namun status tersangka Anthony kemudian dihentikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Kejaksaan Agung.

 "Anthony itu profesional dan latar belakangnya jelas. Jadi tak ada yang perlu dipermasalahkan," kata dia. Soal status Anthony Chandra Kartawiria yang pernah menjadi tersangka, Salmon minta semua pihak menjunjung tinggi Presumption of Innocent atau asas praduga tak bersalah.

Berita Terkait : Bos BI Yakinkan Ekonomi Melonjak di 2021 Pasca Pandemi Covid-19

Sementara menanggapi pengunduran diri Cucu bersama tiga komisaris lainnya telah mengedepankan kepentingan yang lebih besar demi sepak bola di nusantara.

Pengusaha properti ini  justru menduga jika terdapat perbedaan visi atau hal apapun itu tidak perlu dicari-cari atau dipolitisasi karena kepentingan yang lebih besar itu harus paling utama dan penting saat ini apalagi di sela kondisi pandemi Covid 19.

Dugaan adanya isu RUPSLB menyeruak karena adanya kepentingan pribadi tidak perlu lagi dipermasalahkan saat ini. Rencananya PSSI akan kembali menggelar RUPS untuk mencari pengganti direktur utama serta tiga komisaris PT. LIB usai lebaran.

Baca Juga : Koperasi Digital Solusi Indonesia Bantu Minimalisir Penyebaran Covid-19

"Kalau Ketua Umum sudah memutuskan RUPS PT LIB digelar usai Lebaran, ya tentu kita harus diikuti dan harus mengacu regulasi maupun peraturan yang sudah ada antara lain pengelolaan PSSI mengacu Statua dan PT LIB mengacu UU No 40 tH 2007 tentang Perusahaan Terbatas," ungkap Salmon.

"Pihak-pihak yang sudah menyatakan mundur sudah pasti legawa untuk diganti dan tidak perlu ada politisasi. Saat nya semua pihak harus menunjukkan sikap kesatria dan sportivitas di dunia olah raga demi prestasi dan kemajuan sepakbola di Republik yang kita cintai ini ," pungkasnya [WUR]