KPSN Minta KLB PSSI Digelar Sebelum Pemilu

Logo PSSI. (Foto : PSSI.org)
Klik untuk perbesar
Logo PSSI. (Foto : PSSI.org)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono mengapresiasi Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang memutuskan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

“Kita apresiasi. Memang PSSI tak punya pilihan lain kecuali menggelar KLB,” ungkap Suhendra, Rabu (20/2).

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Menurut Suhendra, PSSI memiliki kearifan lokal tersendiri yang merupakan bagian dari kondisi darurat, dalam hal ini situasi menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden yang akan digelar serentak pada 17 April 2019.

KLB katanya, tidak harus mengacu kepada mekanisme Statuta Federation of International Football Association (FIFA). "Organisasi apa pun di muka bumi ini pasti menghormati pemilihan presiden di suatu negara. Sebab itu, KLB harus digelar sesegera mungkin agar tidak ada jeda kepengurusan di PSSI. Artinya sebelum pemilu," tuturnya.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Suhendra menegaskan, KLB semakin cepat digelar akan semakin baik, sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019. “Serahkan ke ahlinya. Untuk pemilu serahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum, red), untuk KLB serahkan ke PSSI. Kita yakin masing-masing pihak akan bertindak profesional, sehingga KLB PSSI yang diselenggarakan sebelum pemilu pun tak akan mengganggu agenda politik nasional lima tahunan. Apalagi dari aspek pengamanan, profesionalitas Polri dan TNI tak perlu diragukan lagi. Dan yang terpenting suara itu berasal dari bawah, sehingga benar-benar murni, tak ada kepentingan apa pun kecuali memperbaiki PSSI," cetus pendiri Hadiekuntonos Institute yang juga pengamat politik dan intelijen ini.

“Pengurus PSSI yang baru harus benar-benar yang segar, sehingga tidak terkontaminasi masalah-masalah di PSSI dan tidak memiliki beban masa lalu di PSSI. Kalau orang-orang lama masih bercokol, jangan berharap PSSI bisa berubah menjadi lebih baik,” papar Suhendra.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

Selanjutnya, kata dia,  PSSI harus membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). PSSI juga harus menetapkan tanggal KLB pemilihan kepengurusan baru, termasuk menjaring nama-nama calon ketua umum. "Kami juga terus berkoordinasi dengan Satgas Antimafia Bola sesuai tupoksinya agar suksesi di PSSI dan proses hukum berjalan paralel," tandas Suhendra.

Sebelumnya, PSSI dipastikan akan menggelar KLB. Namun soal waktunya, masih belum ada kesepakatan, apakah sebelum Pemilu atau setelahnya. [WUR]