RMco.id  Rakyat Merdeka - Panitia pelaksana Olimpiade Tokyo 2020 melaporkan kondisi terakhir persiapan pesta olahraga bergengsi sejagat raya itu. Kabar baiknya, panpel telah mengamankan semua arena yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan itu yang diundur ke tahun depan. Sedangkan kabar buruknya, beban anggaran saat ini semakin membengkak.

Namun demikian, panitia telah memastikan para pemegang tiket berhak mendapatkan pengembalian uang mereka. Keputusan tersebut didapat berdasarkan persetujuan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam pertemuan virtual, Jumat lalu.

Berita Terkait : Anzhelika Terliuga, Tunda Aksi Di Olimpiade Tokyo

Sebelumnya, Ketua Panpel Olimpiade Tokyo 2020, Toshiro Muto sempat menyatakan pihaknya baru mengamankan 0 persen dari seluruh arena. Sementara Kampung Atlet dan gedung serbaguna Tokyo Big Sight yang sedianya digunakan untuk media center termasuk dari 20 persen yang belum bisa dipastikan penggunaannya.

“Masih ada yang harus dituntaskan. Tetapi kami sudah mencapai pada titik yang penting,” kata petugas logistik Tokyo 2020 Hidemasa Nakamura dikutip AFP.

Berita Terkait : Apa Pun Risikonya, Olimpiade 2020 Kudu Digelar

Nakamura mengungkapkan, penundaan Olimpiade telah membuat beban biaya semakin membengkak. Total anggaran final akibat penangguhan juga diakuinya masih belum bisa dipastikan.

Panitia, terus berdiskusi untuk memilah kebutuhan yang bisa dipangkas demi meminimalisir pembengkakan biaya. Misalnya, melakukan penyederhanaan dan perubahaan saat upacara pembukaan dan penutupan.

Baca Juga : Bangkitkan Roda Ekonomi, Tol Laut Bisa Jadi Solusi

Selain pengamanan venue, panitia juga telah meng- umumkan bahwa sebagian besar jadwal penyelenggaraan Olimpiade tidak akan berubah. Dengan jadwal yang sudah ditentukan tersebut, Direktur Olahraga Tokyo 2020 Koji Murofushi berharap para atlet bisa fokus mempersiapkan diri mulai dari sekarang untuk Olimpiade yang akan dimulai pada 23 Juli 2021.

“Para atlet yang ingin tampil di Olimpiade sekarang dapat menentukan tujuan mereka dan memperjuangkannya,” kata Murofushi. [KW]