RMco.id  Rakyat Merdeka - Menpora RI Zainudin Amali memantau pelatnas Olimpiade Tokyo secara virtual ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) cabang olahraga Angkat Besi dari Sitroom Lantai 9 Graha Pemuda Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7) siang.

Menpora RI meminta kepada seluruh atlet yang menjalani pelatnas untuk tetap disiplin dalam menjalankan program latihan.

 Pantauan pelatnas beberapa cabor tetap dilakukan Menpora RI dalam situasi apapun termasuk ketika minimnya akses saat pandemi seperti sekarang.

Berita Terkait : Kembangkan Sport Science, Menpora Gandeng Perguruan Tinggi

Menpora ingin menyaksikan uji coba kesiapan para atlet angkat besi menuju Olimpiade Tokyo yang tertunda akibat Pandemi Covid-19 dan akan dilangsungkan tahun depan.

"Ada tiga cabor yang melakukan Pelatnas dan sedang kita pantau, yaitu bulutangkis, angkat besi, dan menembak. Kali ini PB PABBSI, karena angkat besi salah satu yang ditargetkan mendapatkan medali emas, salah satunya diharapkan dari Eko Yuli Irawan, tadi saya sudah ngobrol perkembangannya bagus," ucap Menpora dalam pernyataan tertulisnya.

Ada pesan khusus kepada Lifter Internasional tersebut, saat mendengar dalam obrolan bahwa ia berlatih rutin di rumah dengan disiplin tinggi dan dekat dengan keluarga.

Berita Terkait : Presiden Jokowi Dijadwalkan Buka Peringatan Haornas Secara Virtual

"Karena kondisi sekarang, yang disiplin tidak hanya Eko tetapi keluarga juga harus disiplin. Bayangkan terus Olimpiade Tokyo yang akan datang, kalau tidak disiplin impian akan hilang," pesannya.

Sebagaimana dilaporkan oleh Waketum PB PABBSI Djoko Pramono, ada satu program yang diberi nama Progres Tes Prestasi yaitu semacam perlombaan internal yang dirancang semua disesuaikan dengan pertandingan standar Internasional Weightlifting Federation (IWF).

Serta tidak kalah penting adalah dalam pelaksanaan semua mengikuti Protokol Kesehatan secara ketat. "Untuk mengetahui perkembangan atlet diadakan Progres Tes tiap bulan, semacam pertandingan internal yang semuanya sesuai IWF. Dan apa yang digariskan Kemenpora tentang Protokol Kesehatan dilaksanakan dengan ketat, sepeti hari ini dalam gedung keseluruhan tidak boleh lebih dari 30 orang," lapornya.

Baca Juga : GM FKPPI Siap Jadi OKP yang Andalkan Otak

Sementara ini cabor angkat besi yang sudah dipastikan lolos Olimpiade, Eko Yuli Irawan (Kelas 61Kg), Windy Cantika Aisyah (Kelas 49Kg), Nurul Akmal (Kelas 87Kg). Adapun yang masih ikut kualifikasi, Rahmat Erwin Abdullah (Kelas 73Kg), Triyatno (Kelas 73Kg).

Hasil Progres Tes Prestasi yang baru saja digelar, The Best Lifter Putri, peringkat pertama Windy Cantika Aisyah (Nilai 287,17), peringkat kedua Nurul Akmal (Nilai 262,28). Untuk Putra, peringkat pertama Eko Yuli Irawan (Nilai 429,19), peringkat kedua Rahmat Erwin Abdullah (Nilai 410,76).

Hadir langsung menyaksikan, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, perwakilan KOI Indra Gamulya, mantan Ketum PABBSI Adang Dorojatun, Head Coach Dirja Wihardja dan para pelatih. [IPL]