RMco.id  Rakyat Merdeka - Kebiasaan berolahraga harus dimulai dari keluarga, karena dengan berolahraga badan tidak hanya lebih sehat, tapi meningkatkan daya tahan tubuh.

Karena itulah, Kemenpora melalui Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga meluncurkan sebuah program aktivitas untuk anak-anak dengan nama Kreasi Olahraga bersama Keluarga (Siolga), Jumat (14/8) pagi di halaman Kantor Kemenpora.

Berita Terkait : Sejahterakan Peternak, Kementan Rancang Program 1.000 Desa Sapi Di Lima Provinsi

Peluncuran tersebut ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta. Menurut Isnanta, anak-anak di usia dini harus diberi sebuah permainan yang menarik, kreatif dan menggembirakan dan para orang tua juga bisa terlibat langsung, tidak harus mengandalkan guru di sekolah.

"Hari ini kita memperkenalkan program Siolga. Siolga ini adalah sebuah aktivitas bermain buat anak-anak usia dini khususnya di bawah 6 tahun. Dalam Grand Design Keolahragaan jelas tertulis olahraga pendidikan utamanya adalah meletakkan pondasi dalam melakukan gerak yang baik," ujar Isnanta.

Berita Terkait : Jelang Haornas, Kemenpora Gelar Workshop Iptek Olahraga

Di saat yang bersama juga digelar lomba olahraga tradisional dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75.

"Pagi ini juga kita mengadakan lomba olahraga tradisional. Di gelarnya lomba ini salah satu upaya pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa. Olahraga tradisional merupakan salah satu budaya Indonesia, dan harus dilestarikan. Dan kita berharap dengan lomba olahraga tradisional akan banyak masyarakat Indonesia mencintai budaya bangsa ini," jelasnya.

Baca Juga : Dompet Dhuafa Luncurin Aksi Peduli Dampak Corona Dan Stunting

Adapun olahraga tradisional yang dipertandingkan adalah sumpit, balap sarung dan lari balok. Semua peserta lomba berasal dari pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenpora. [IPL]