RMco.id  Rakyat Merdeka - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo tidak yakin bisa menjadi juara dunia MotoGP 2020 karena penampilan yang jeblok pada MotoGP Styria.

Rider asal Prancis itu hanya finis ke-13 tak jauh di belakang Valentino Rossi, yang menjadi pebalap terbaik Yamaha pada balapan itu, dengan menempati posisi kesembilan.

Berita Terkait : Valentino Rossi, Pantang Kendur Jadi Juara Dunia

Rekan setimnya, Franco Morbidelli, juga tampil buruk dan menghuni posisi ke-15. Meski finis di luar 10 besar, Quartararo masih bercokol di peringkat pertama klase- men MotoGP 2020.

Namun, El Diablo-julukan Quartararo tinggal unggul tiga poin atas peringkat kedua yang ditempati Andrea Dovizioso (Ducati). Yang membuat Quartararo gelisah, ini bukan kali pertama dirinya tampil buruk.

Berita Terkait : Belanja Tiga Pemain, Atletico Nyiapin Rp 1,3 Triliun

Pada MotoGP Austria pekan lalu, pe- nampilan El Diablo juga melorot hanya finis di posisi kedelapan. “Saya tak merasa sepercaya diri seperti saat di Jerez, ketika segalanya baik-baik saja. Mustahil bertarung untuk titel dengan tren seperti ini dan masalah seperti ini,” kata Quartararo dikutip GP One.

Sirkuit Red Bull Ring memang bukan trek yang mudah bagi Yamaha. Selama bertahun- tahun Yamaha kerap merana karena karaketeristik lintasannya tak sesuai dengan karakter motor Yamaha.

Baca Juga : Top, Pertamina Sukses Pertahankan Peringkat Investment Grade, Prospek Stabil

Quartararo bilang, kalau ingin menjadi juara dunia, motornya harus bisa menaklukkan berbagai jenis lintasan. Dalam lima balapan musim ini, Quartararo tampil mengesankan dalam dua seri pertama yang digelar di Sirkuit Jerez. Dia berhasil juara pada MotoGP Jerez dan Andalusia, tapi gagal mengulangi kegemilangan itu di tiga seri berikutnya. [DNU]