RMco.id  Rakyat Merdeka - Petenis Jepang Naomi Osaka ikut bersimpati terhadap ketidakadilan rasial yang melanda Amerika Serikat. Secara mendadak, Naomi mundur dari turnamen Cincinnati Masters sebagai bentuk protes.

Padahal Naomi berpeluang juara pada turnamen pemanasan US Open 2020. Pada Rabu (26/8), ia baru saja lolos ke semifinal.

Baca Juga : Total Korban Meninggal Dunia Tembus 28 Orang, 12 Hilang

"Sebelum saya menjadi seorang atlet, saya seorang wanita kulit hitam." Tulis Osaka, petenis berdarah Jepang dan Haiti di media sosialnya.

Keputusan pengunduran Osaka menyusul protes atas penembakan polisi terhadap Jacob Blake, seorang pria kulit hitam di kota Kenosha, Wisconsin, pada hari Minggu.

Baca Juga : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

Osaka yang baru saja mengalahkan Anett Kontaveit 4-6, 6-2, 7-5 mencapai semi final di turnamen ini merasa lebih penting memperjuangkan kesetaraan ras daripada bermain tenis.

"Sebagai seorang wanita kulit hitam, saya merasa ada banyak hal yang lebih penting yang perlu mendapat perhatian segera, dari pada menonton saya bermain tenis," tulis petenis yang kini menduduki nomor 10 dunia itu.

Baca Juga : 208 Gardu Distribusi Berhasil Dinyalakan, PLN Gercep Pulihkan Listrik Di Manado

"Saya tidak mengharapkan sesuatu yang drastis terjadi karena saya tidak bermain, tetapi jika saya bisa memulai percakapan tentang olahraga yang mayoritas kulit putih, saya menganggap itu sebagai langkah ke arah yang benar." [IPL]